Tandaseru — Warga Maluku Utara diminta tidak serta merta mempercayai hasil survei yang dirilis lembaga survei Indikator Politik Indonesia. Dalam surveinya, Indikator menyebutkan elektabilitas pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 4, Sherly Tjoanda-Sarbin Sehe, mencapai 40,7 persen.

Hal ini lantaran hasil survei yang dirilis melebihi angka 100 persen dari total persentasi suara yang diraih empat pasangan calon, ditambah 12,8 persen suara yang mengaku tidak tahu/rahasia.

Secara rinci, paslon Sherly Tjoanda Laos-Sarbin Sehe unggul dengan 40,7%, disusul Husain Alting Sjah-Asrul Rasyid Ichsan 20,7%. Kemudian Muhammad Kasuba-Basri Salama 15,5%, dan Aliong Mus-Sahril Thahir 10,4%. Itu berarti, total suara 87,3%.

Jika total suara tersebut ditambah 12,8 persen suara pemilih yang mengaku tidak tahu/rahasia, maka jumlah keseluruhannya bukan 100 persen melainkan 100,1 persen.

“Jika hasil survei ini benar dan kredibel, maka angkanya mesti 100, bukan malah 100,1. Jadi kami minta rakyat Maluku Utara jangan mau ditipu oleh lembaga survei prabayar seperti ini,” ujar juru bicara tim hukum pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Muhammad Kasuba-Basri Salama (MK-BISA), Hastomo Tawari, Senin (11/11/2024).

Hastomo juga meminta Bawaslu dan KPU agar menindak lembaga survei Indikator Politik Indonesia karena diduga telah melakukan manipulasi dan membohongi publik Maluku Utara.