Tandaseru – Provinsi Maluku Utara resmi memiliki Doktor Ilmu Gizi murni (spesifikasi gizi olahraga) pertama. Prestasi membanggakan ini diraih Dr. Fahmi Abdul Hamid, SKM, M.Si, yang baru saja menyelesaikan studi doktoralnya di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Gizi IPB University dengan predikat Sangat Memuaskan.

Dosen Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Ternate ini berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Efikasi Kudapan (Bakso) Berbahan Ikan Terhadap Status Gizi dan Kebugaran Anak Sekolah Sepak Bola”. Riset tersebut menyoroti pentingnya spesialisasi gizi olahraga, sebuah bidang yang masih sangat langka namun krusial bagi pengembangan atlet.

Kepada tandaseru.com, pria kelahiran Ternate, 20 Februari 1983 ini menekankan Maluku Utara memiliki potensi atlet yang luar biasa di berbagai cabang seperti sepak bola, tinju, hingga atletik. Namun, prestasi tersebut sulit dicapai tanpa dukungan sport science, terutama dari aspek gizi.

“Masalah gizi olahraga adalah fondasi utama. Parameter fisik seperti tinggi badan, berat badan, dan massa otot berpengaruh langsung terhadap ketahanan fisik (endurance) atlet,” ujar lulusan Magister Ilmu Gizi Masyarakat IPB University tersebut.

Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal

Dr. Fahmi menawarkan solusi strategis melalui pemanfaatan pangan lokal untuk memenuhi nutrisi atlet. Menurut suami Julaiha Hi Yunus ini, penggunaan bahan pangan lokal lebih efektif karena sesuai dengan pola asupan dan kebiasaan makan masyarakat setempat, sehingga lebih mudah diterima para atlet di daerah.

Langkah ini dinilai sejalan dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Dr. Fahmi berharap riset berbasis data yang ia lakukan dapat menjadi bahan evaluasi strategis bagi arah pengembangan olahraga di Maluku Utara.

Momentum Porprov dan Pekan Olahraga Pelajar

Kehadiran pakar gizi olahraga pertama di Maluku Utara ini menjadi momentum tepat menyambut Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) serta Pekan Olahraga Pelajar yang akan berlangsung di Kabupaten Halmahera Utara dan Kabupaten Kepulauan Morotai.

Ia berharap ke depannya pembinaan atlet di Maluku Utara tidak lagi hanya mengandalkan bakat alam, tetapi diperkuat dengan pendekatan teknologi dan ilmu gizi yang terukur.

“Kita harus mulai membina atlet secara maksimal berbasis data riset agar prestasi yang dihasilkan bisa bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” pungkas ayah dari Ijlal Faqih tersebut.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Ika Fuji Rahayu
Reporter