Tandaseru – Solidaritas Muda Indonesia Timur (SMIT) menyoroti kegaduhan politik terkait dugaan reses fiktif dan mosi tidak percaya yang dilayangkan enam fraksi terhadap Ketua DPRD Halmahera Utara, Christina Lesnussa. SMIT menilai konflik tersebut lebih menonjolkan perebutan kekuasaan elite dibandingkan kepentingan substansial rakyat.

Ketua SMIT, Mesak Habari, menyatakan dinamika yang terjadi saat ini merupakan potret politik spektakel yang ramai di permukaan namun kosong secara substansi. Menurutnya, lembaga publik kini berubah menjadi arena perebutan posisi ketimbang alat pembebasan sosial bagi masyarakat.

“Ketika politik tercerabut dari kepentingan rakyat, lembaga publik mudah berubah menjadi arena perebutan posisi. Yang dipertontonkan adalah konflik elite, sementara yang dikorbankan adalah kepercayaan rakyat,” ujar Mesak dalam keterangannya, Kamis (30/4/2026).

Aktivis LMND ini juga menekankan pentingnya pembuktian hukum dan etik daripada sekadar membangun pengadilan opini. Ia mengingatkan agar mosi tidak percaya maupun tuduhan reses fiktif tidak dijadikan senjata politik untuk menjatuhkan lawan sebelum ada proses transparan.

“Jangan menjadikan mosi sebagai palu godam untuk memukul lawan sebelum proses etik dan hukum berjalan. Itu bukan demokrasi, melainkan praktik kekuasaan yang malas berpikir tetapi rakus menjatuhkan,” tegasnya.

Mesak menambahkan, masyarakat mulai jenuh melihat elite politik lokal yang sibuk berkonflik di tengah persoalan mendasar rakyat, seperti harga kebutuhan pokok, lapangan kerja, dan layanan publik yang belum memadai. Ia memperingatkan bahwa intrik yang berlebihan dapat melunturkan makna DPRD sebagai rumah rakyat.

“Kritik itu demokratis, namun fitnah bersifat destruktif. Manuver tanpa basis etik adalah kemunduran politik. Politik seharusnya menjadi ruang kesadaran kritis rakyat, bukan ruang manipulasi persepsi,” tambahnya.

SMIT mendesak agar setiap tuduhan diuji melalui mekanisme formal yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Mesak mengakhiri dengan peringatan bahwa martabat demokrasi akan runtuh jika politik hanya dijadikan alat untuk saling menjatuhkan antar-sesama elit.

Sahril Abdullah
Editor
Mardi Hamid
Reporter