Tandaseru — Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi berkelit ada kesalahan pada komputer usai hasil survei Pilkada Maluku Utara yang dirilis lembaganya diragukan publik.
Dalam rilisnya, Minggu (10/11/2024), Indikator menyatakan hasil survei menunjukkan pasangan calon Sherly Tjoanda-Sarbin Sehe memiliki elektabilitas tertinggi dibandingkan paslon lainnya.
Langkah berkelit ini disampaikan Burhanuddin melalui unggahan di akun X pribadinya @BurhanMuhtadi yang diakses Senin (11/11/2024).
Dalam unggahannya menanggapi pertanyaan seorang jurnalis, Burhanuddin menulis “Namanya efek pembulatan. Bukan salah hitung. Yg paham Excel pasti paham. Ini terjadi keterbatasan komputer dalam menampilkan bilangan riil”.
Sementara itu dalam rilis hasil surveinya, Indikator menyatakan paslon Sherly Tjoanda-Sarbin Sehe memiliki elektabilitas 40,7 persen. Namun angka survei yang dirilis melebihi angka 100 persen dari total persentasi suara yang diraih empat pasangan calon, ditambah 12,8 persen suara yang mengaku tidak tahu/rahasia.
Data yang dipaparkan Burhanuddin dan kawan-kawan menyebutkan, Sherly Tjoanda Laos-Sarbin Sehe unggul dengan 40,7%, disusul Husain Alting Sjah-Asrul Rasyid Ichsan 20,7%. Kemudian Muhammad Kasuba-Basri Salama 15,5%, dan Aliong Mus-Sahril Thahir 10,4%. Total suara itu mencapai 87,3%.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.