Juhari S Tawary menambahkan, unggahan dari akun itu ia ketahui setelah beredar di beberapa grup WhatsApp dan media sosial lainnya. Setelah dicek ternyata unggahan itu benar adanya dan secara langsung menyerang pribadi dirinya.

Selain menyerangnya selaku Ketua KAHMI Halsel dan Timsel Bawaslu, unggahan itu juga dinilai menyerang etnis atau suku Makeang Tahane.

“Terlepas dari Ketua KAHMI dan Timsel Bawaslu Zona I saya juga selalu pegawai di Kementerian Agama Halsel. Moderasi beragama yang diperintahkan oleh Menteri Agama kita jaga, jangan sampai ada kata-kata yang menyinggung orang kemudian terjadi konflik. Harus jaga perdamaian,” tegasnya.

Juhari mengaku tak mengetahui siapa pemilik akun tersebut.

“Oleh karena itu kehadiran saya di Polda ini meminta pihak kepolisian untuk menangani masalah ini, untuk segera diusut secara tuntas. Supaya ada efek jera,” tandasnya.