Tandaseru — Pengunjung destinasi wisata pantai Army Dock di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, melayangkan keluhan keras mengenai buruknya fasilitas dan kebersihan di lokasi tersebut. Keluhan ini muncul mengingat adanya retribusi yang dikenakan, namun hasilnya tidak terlihat dari fasilitas yang tersedia.

Fasilitas seperti meja dan kursi dinilai tidak memadai, sementara sampah tampak berhamburan. Padahal, menurut pengunjung, biaya makanan yang mereka pesan sudah termasuk retribusi fasilitas.

Salah satu pengunjung, Rustam, yang ditemui di lokasi Army Dock pada Selasa (11/10/2025), mengaku tidak nyaman dengan kondisi fasilitas yang ada.

“Padahal Army Dock setiap hari ada orang, apalagi hari Sabtu dan Minggu pasti ramai, tapi fasilitas kursi dan meja kurang estetik dan tidak nyaman,” kata Rustam.

Ia berharap Pemerintah Daerah (Pemda) Morotai dapat menata Army Dock yang memiliki situs sejarah Perang Dunia II itu menjadi lebih rapi dan estetik, mengingat potensi pemandangan pantai dan pasir putih yang sangat indah.

Tong berharap Pemda Morotai harus kelola retribusi Army Dock dengan baik supaya bisa perbaiki fasilitasnya,” harapnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat sekitar 15 lapak di Army Dock yang seharusnya membayar retribusi sebesar Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu per bulan ke Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemda Morotai.

Namun, salah satu pemilik lapak yang menolak disebutkan namanya mengaku selama ini tidak membayar retribusi ke Pemda Morotai.

Tong tara bayar di Pemda tapi bayar langsung di orang AURI. Kalau tong bayar Rp 500 ribu per bulan,” ungkapnya.

Menanggapi hal ini, Plt Kepala Dinas Pariwisata Morotai, Muksin Soleman, mengaku belum mengetahui secara pasti kemana retribusi tersebut dialokasikan.

“Jadi status jalan dan pantai Army Dock itu kan statusnya milik Pemda, tapi Pemda belum kelola sampai sekarang. Stan itu dibangun masyarakat sendiri, dan untuk kebersihan dari Dinas Perikanan ambil alih,” jelasnya.

Muksin menambahkan, pengelolaan lapak di lokasi tersebut dilakukan oleh pihak AURI.

“Yang pasti retribusi sampai sekarang belum tersentuh. Sampai sejauh ini saya belum dapat informasi dan yang jelas bahwa kita tahu bersama retribusi masih masuk ke AURI,” tandasnya.

Ia berjanji akan segera membahas masalah ini di internal Pemda untuk memperjelas status dan pengelolaan Army Dock ke depannya.

Sahril Abdullah
Editor
Irjan Rahaguna
Reporter