Tandaseru — Terik matahari menyengat Kawasan Industri Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. Di tengah deru mesin dan aktivitas pertambangan yang masif, keberadaan Danau Karo hadir bak oasis. Dengan potensi pasokan air sekitar 7.000 meter kubik per hari, danau ini memikul peran vital sebagai tumpuan utama pasokan air bersih—baik untuk kebutuhan operasional industri maupun konsumsi domestik harian.

Sadar akan pentingnya riak air tersebut, Harita Nickel—salah satu pelaku industri yang memanfaatkan potensi danau ini—memilih tak sekadar mengambil manfaat, tetapi juga menjaga keberlangsungannya. Komitmen itu tampak dalam kegiatan pemantauan kualitas air yang dilakukan secara berkala.

Selasa, 21 Juli 2026, suasana di tepi Danau Karo tampak hening. Angin gunung berembus perlahan membelah vegetasi hijau yang mengelilingi danau. Siang itu, tim Departemen Environmental Harita Nickel bersama PT Analitika Kalibrasi Laboratorium (Ankal) melakukan pengambilan sampel air untuk menguji kondisi kualitas air Danau Karo.

Hasil pengujian in-situ menunjukkan pH air sebesar 7,6, kadar oksigen terlarut (dissolved oxygen/DO) 7,6 mg/L, dan daya hantar listrik (DHL) 169,7 µS/cm. Nilai tersebut menunjukkan kualitas air Danau Karo masih memenuhi baku mutu sesuai ketentuan yang berlaku. Selain pengujian langsung, sampel juga dikirim untuk diuji di laboratorium terakdreditasi untuk mendapatkan hasil yang lebih detail.

Hasil pengujian in-situ oleh tim laboratorium eksternal terakreditasi menunjukkan parameter utama kualitas air Danau Karo memenuhi baku mutu. (Istimewa)

Pengawasan ketat ini bukan tanpa alasan. Status Danau Karo sebagai kawasan Bernilai Konservasi Tinggi (NKT) mematok standar pengamanan yang tidak main-main. Aktivitas pertambangan dan pembangunan sarana fisik tegas dilarang di sekitar area danau. Walaupun sudah memiliki izin penggunaan air dari instansi terkait, perusahaan turut melaksanakan program konservasi air guna mengurangi pemanfaatan air yang lebih besar dari Danau Karo disesuaikan dengan kebutuhan operasional.

Setiap penggunaan air dicatat dan dilaporkan secara berkala kepada pemerintah sebagai bagian dari kewajiban pemegang izin.

“Jadi alangkah sangat pentingnya kami menjaga sumber air ini. Harapannya, melalui pemantauan yang kami lakukan secara berkala, kami bisa memastikan apakah ada perubahan terhadap baku mutu lingkungan atau dampak dari operasional perusahaan,” ujar Angger Kusuma, Environmental Operations Supervisor PT Obi Nickel Cobalt, salah satu unit usaha Harita Nickel.

Merekam Jejak Kehidupan dan Ambang Normal

Pemantauan kualitas air tidak berhenti pada pengambilan sampel yang dikirim ke laboratorium. Di lapangan, tim juga mengukur sejumlah parameter utama, seperti derajat keasaman (pH), oksigen terlarut (Dissolved Oxygen/DO), daya hantar listrik (DHL), total padatan terlarut (Total Dissolved Solids/TDS), serta suhu, warna, bau, dan kekeruhan air.

Seluruh parameter tersebut secara konsisten berada dalam ambang batas normal dan memenuhi baku mutu kualitas air, menunjukkan kondisi Danau Karo tetap terjaga.

“Untuk pengujian logam berat, mikrobiologi, dan parameter kimia kompleks dilakukan di laboratorium eksternal yang telah terakreditasi. Pengujian ini kami lakukan secara berkala,” jelas Angger.

Namun, perlindungan terhadap Danau Karo tidak berhenti pada pengujian di dalam tabung reaksi. Di luar parameter kimia dan fisika, ada kehidupan liar yang terus berdenyut di sekitar ekosistem air tawar ini.

Di daratan dan sempadan danau, soa-soa (kadal besar), beragam jenis burung, reptil, hingga babi hutan menjadikan area konservasi ini sebagai benteng terakhir mereka. Danau Karo juga masih menjadi habitat buaya air tawar dan berbagai jenis ikan.

Melalui implementasi Biodiversity Action Plan (BAP), perusahaan melaksanakan inventarisasi keanekaragaman hayati, pengelolaan serta pemantauan flora dan fauna secara berkala. Program ini menghasilkan data ilmiah yang menjadi dasar evaluasi kondisi ekosistem, pengukuran efektivitas pengelolaan, serta penyusunan strategi konservasi adaptif untuk mendukung keberlanjutan kawasan Danau Karo.

Di tengah deru mesin kawasan industri Pulau Obi, riak tenang Danau Karo terus dipantau dan dijaga. Air yang mengalir dari danau ini bukan hanya menopang aktivitas industri dan kehidupan sehari-hari, tetapi juga menjadi pengingat bahwa keberlanjutan bergantung pada kemampuan menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya dan kelestarian alam.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Ika Fuji Rahayu
Reporter