Tandaseru — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self Regulatory Organization dan Stakeholders Pasar Modal terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi Pasar Modal melalui Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026 khususnya di generasi muda dalam Kuliah Umum Pasar Modal di Universitas Khairun, Ternate, Maluku Utara, Jumat (4/9/2026).

Rangkaian SEPMT 2026 Provinsi Maluku Utara dilaksanakan guna memperluas pemahaman dan akses masyarakat terhadap berbagai produk dan layanan Pasar Modal, meningkatkan kualitas investor, serta mendorong pemanfaatan instrumen Pasar Modal sebagai salah satu alternatif sumber pendanaan pembangunan daerah.

Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe turut hadir dalam Kuliah Umum Pasar Modal dan menyampaikan, berinvestasi tidak hanya mendapatkan cuan, tetapi harus mendapatkan pemahaman terhadap literasi keuangan.

“Di era digital, akses terhadap informasi dan investasi semakin mudah, tetapi kemudahan ini harus diiringi dengan pemahaman yang baik. Jangan hanya mengejar keuntungan secara instan, tetapi pahami juga risiko dan tujuan investasinya agar setiap keputusan keuangan dapat diambil secara lebih bijak,” ujar Sarbin.

Deputi Komisioner Perizinan dan Pengawas Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek OJK Eddy Manindo Harahap dalam Kuliah Umum tersebut menyampaikan, kemudahan akses terhadap berbagai produk keuangan dan investasi di era digital perlu diimbangi dengan tingkat literasi yang memadai agar masyarakat dapat mengambil keputusan investasi secara tepat dan memahami risikonya.

“Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, tingkat literasi Pasar Modal di Indonesia tercatat sebesar 14,69 persen. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya peningkatan pemahaman masyarakat, termasuk generasi muda, agar semakin mampu mengenali karakteristik produk investasi, memahami risiko, serta membedakan produk investasi yang legal dengan berbagai penawaran investasi ilegal,” jelas Eddy.

Di sisi lain, minat masyarakat untuk berinvestasi di Pasar Modal Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang positif. Hingga 21 Agustus 2026, jumlah investor Pasar Modal telah mencapai 30 juta investor atau tumbuh lebih dari 50 persen dibandingkan akhir 2025. Sebanyak 54 persen investor tersebut berusia di bawah 30 tahun, menunjukkan semakin besarnya peran generasi muda dalam perkembangan Pasar Modal Indonesia.

Sementara itu, jumlah investor Pasar Modal di Provinsi Maluku Utara telah mencapai sekitar 77 ribu investor. OJK optimistis keberadaan Galeri Investasi Universitas Khairun dapat semakin memperluas akses mahasiswa terhadap informasi dan edukasi Pasar Modal sekaligus mendorong pertumbuhan investor di Maluku Utara.

Sebagai wujud nyata komitmen dalam memperluas inklusi pasar modal di kalangan generasi muda, pada kesempatan tersebut, Eddy memberikan apresiasi atas diresmikannya beberapa Galeri Investasi di Kota Ternate dan pembukaan rekening efek yang dilakukan di Universitas Khairun.

“Dengan aktifnya peran Galeri Investasi di Kota Ternate, kami optimistis akan terjadi percepatan peningkatan jumlah investor di Provinsi Maluku Utara, khususnya dari kalangan mahasiswa. Ke depan, hal ini tidak hanya akan memperluas basis investor ritel, tetapi juga memperkuat kualitas partisipasi investor muda yang lebih rasional dan berorientasi jangka panjang dalam mendukung pertumbuhan Pasar Modal Indonesia,” kata Eddy.

Eddy juga menegaskan kepada generasi muda untuk tetap berpikir rasional dan memahami risiko dalam membeli produk investasi, memahami risiko di balik setiap keputusan investasi yang diambil, dan yang paling mudah, selalu ingat prinsip 2L, yaitu Legal dan Logis.

Sementara itu, Rektor Universitas Khairun Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, SE., MM., menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kuliah umum. Ia menyampaikan pesan kepada mahasiswa untuk menjadi generasi digital yang bijak dalam mengelola keuangan dalam berinvestasi dan terhindar dari investasi ilegal.

“Peningkatan akses terhadap layanan keuangan harus diiringi dengan peningkatan literasi dan pemahaman yang memadai terhadap risikonya. Saya berharap, melalui kegiatan ini, pemahaman dan pengetahuan mengenai bagaimana menjadi investor yang cerdas dan bertanggung jawab dan paham risikonya,” ujar Abdullah.

Kegiatan kuliah umum tersebut merupakan bagian dari rangkaian Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026 di Provinsi Maluku Utara yang menyasar berbagai golongan masyarakat. Selain kuliah umum di Universitas Khairun, rangkaian kegiatan juga meliputi:

  1. Training of Trainers Pasar Modal Syariah meningkatkan kapasitas dan kompetensi serta memperluas pemahaman mengenai Pasar Modal Syariah.
  2. Generasi Muda Ternate Melek Investasi di SMK Negeri 1 Ternate dalam rangka menanamkan pemahaman sejak dini mengenai literasi keuangan.
  3. Sosialisasi Penerbitan Obligasi/Sukuk Daerah kepada Pemerintah Daerah Se-Maluku Utara untuk mendorong pemanfaatan instrumen Pasar Modal sebagai alternatif sumber pendanaan pembangunan daerah.

Melalui SEPMT 2026, OJK terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi Pasar Modal guna memperluas basis investor domestik sekaligus membuka peluang pemanfaatan instrumen Pasar Modal untuk mendukung pembangunan daerah.

Sahril Abdullah
Editor
Sahril Abdullah
Reporter