Tandaseru – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) kembali mencuat di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara. Kali ini, oknum anggota TNI AU dari Lanud Leo Wattimena dituding melakukan penagihan ilegal terhadap sekitar 20 pedagang kecil di kawasan Army Dock dan Desa Darame.
Ketua Komite Masyarakat Lingkar Bandara (KMLB), Luter Djaguna, mengungkapkan pihaknya telah menerima banyak pengaduan dari pemilik warung. Menurut data KMLB, para pedagang diwajibkan membayar uang koordinasi sebesar Rp400 ribu per bulan.
“Masalah ini sudah saya sampaikan langsung dalam pertemuan dengan DPD dan DPR RI di pusat pada 14 November lalu. Saya sudah mengantongi bukti-bukti berupa kuitansi tagihan dari oknum tersebut,” tegas Luter usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kantor DPRD Morotai, Rabu (13/5/2026).
Luter menjelaskan, praktik ini sangat menyulitkan warga karena banyak dari mereka yang berjualan di atas lahan milik sendiri, namun diklaim secara sepihak oleh oknum TNI AU.
“Ada masyarakat yang menyewa ke pemilik lahan, mereka harus membayar ke pemilik lahan dan juga ke pihak TNI AU. Jadi mereka harus bayar dua kali. Ini sangat membebani di tengah kondisi ekonomi yang sulit,” tambahnya.
Berdasarkan data di lapangan, penagihan di kawasan Army Dock diduga telah berlangsung sejak tahun 2022, sementara di Desa Darame dimulai sejak tahun 2023 hingga sekarang. Padahal, secara regulasi, retribusi resmi seharusnya disetorkan ke BPKAD Pemda Morotai dengan besaran Rp400 ribu hingga Rp500 ribu per bulan.
Bantahan TNI AU
Menanggapi tudingan tersebut, pihak TNI AU melalui Sispiri Serda Yusri membantah adanya praktik pungli di lingkungan mereka.
“Maaf, selama ini tidak ada pihak TNI AU yang melakukan pungli,” ujar Yusri singkat.
Sementara itu, upaya konfirmasi lebih lanjut kepada Komandan Lanud Leo Wattimena belum membuahkan hasil. Saat awak media mendatangi markas TNI AU, petugas jaga menyatakan pimpinan belum bisa ditemui karena bertepatan dengan hari libur.
“Karena ini hari libur dan di luar jam dinas, kami belum bisa menyampaikan. Nanti hari Senin baru bisa datang kembali ke sini,” jelas Serda Ginting yang berjaga di pos depan.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.