Tandaseru — Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Maluku Utara, dijadikan sebagai tuan rumah sosialisasi anti scam dan judi online oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dan Indosat Ooredoo Hutchison.
Dalam sosialisasi yang berlangsung di aula Nuku, gedung Rektorat Unkhair, Jumat (14/11) itu, terungkap berbagai ancaman digital, mulai dari modus penipuan hingga maraknya judi online.
Sejumlah pembicara hadir dalam sosialisasi tersebut, di antaranya Sekjen Komdigi Ismail, EVP–Head of Circle Kalimantan dan Sulawesi Indosat Ooredoo Hutchison Swandi Tjia, Sekretaris Ditjen Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi Mediodesci Lustarini, serta unsur pimpinan Unkhair.
Wakil Rektor I Bidang Akademik Unkhair, Dr. Hasan Hamid, M. Si, menyampaikan rasa syukur Unkhair dipilih menjadi lokasi pelaksanaan sosialisasi ini.
Dr. Hasan, menilai kegiatan tersebut sangat penting untuk membuka wawasan mahasiswa mengenai ancaman penipuan digital dan maraknya judi online di berbagai platform.
“Kami bersyukur kegiatan ini dilaksanakan di Unkhair, dan sangat berdampak bagi mahasiswa kami untuk memahami betapa seriusnya ancaman scam dan judi online,” ujarnya.
Menurutnya, dengan jumlah mahasiswa mencapai 16.000 orang dan 54 program studi, edukasi digital menjadi kebutuhan mendesak agar mahasiswa tidak terjebak dalam praktik ilegal yang berkembang pesat di ruang digital.
“Informasi dari Komdigi sangat memprihatinkan. Lebih dari 8 juta masyarakat terdampak judi online. Kita tidak ingin hal itu terjadi pada mahasiswa Unkhair,” katanya.
Dr. Hasan juga mengapresiasi semangat mahasiswa, terutama mereka yang menempuh perjalanan hingga 10 kilometer untuk tiba di lokasi acara.
“Antusiasme mahasiswa luar biasa. Ini membuktikan bahwa edukasi digital sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Sementara itu, Sekjen Komdigi, Ismail mengungkap kejahatan scam dan judi online terus berkembang dan semakin sulit diberantas akibat sebagian besar server berada di luar negeri.
“Banyak sekali pelakunya berada di luar yurisdiksi Indonesia. Karena itu, ini bukan hanya persoalan nasional, tapi internasional,” katanya.
Komdigi mencatat 3,2 juta konten ilegal telah diblokir selama periode 20 Oktober 2024 hingga 11 November 2025, dengan rincian 2,5 juta konten perjudian, 637.000 konten pornografi, dan 27.000 konten penipuan.
Kata Ismail, pemblokiran konten ilegal di dunia digital bukan pekerjaan mudah karena modus pelaku terus berubah.
“Pemblokiran ini mati satu tumbuh seribu, mati seribu tumbuh sejuta,” ujarnya.
Ia mengingatkan mahasiswa bahwa konten berbahaya kini banyak menyusup melalui kolom komentar media sosial dan grup percakapan.
“Masuk lewat komentar Instagram, Telegram, sampai group chat. Semua itu pintu masuk untuk scam, judi online, dan konten ilegal lainnya,” jelasnya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.