Tandaseru — Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Pulau Morotai yang juga Ketua DPW PSI Maluku Utara, Erwin Sutanto, menyampaikan klarifikasi tegas usai diusir dari ruang sidang oleh sejumlah anggota fraksi saat Rapat Paripurna penandatanganan nota kesepakatan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026 di gedung DPRD Morotai, Selasa (29/9/2026).
Aksi pengusiran tersebut terjadi lantaran Erwin hadir memenuhi undangan resmi rapat paripurna dengan mengenakan kemeja putih, celana panjang abu-abu, serta membawa tas punggung. Penampilan tersebut dinilai oleh sejumlah legislator melanggar ketentuan tata tertib (tatib) berbusana di lembaga dewan.
Merespons hal itu, Erwin menepis tuduhan pelanggaran tatib dan meluruskan kesalahpahaman yang disampaikan Badan Kehormatan (BK) DPRD Morotai.
Ia menegaskan, penampilannya tersebut berkaitan langsung dengan hak pengadaan pakaian dinas, termasuk jas pelantikan yang belum pernah ia terima sejak awal masa jabatannya.
“Mulai dari jas pelantikan, saya tidak pernah mendapatkan atau menolak anggaran itu untuk dipakai. Saya sudah berkoordinasi dengan pihak ketiga yang bersangkutan, dan mereka bersedia mengganti uangnya jika saya sudah punya, bahkan sudah berjanji hingga tiga kali,” tegas Erwin di hadapan forum rapat.
Legislator PSI dari Dapil III Morotai Timur Utara ini mempertanyakan transparansi pengelolaan anggaran pakaian dinas tersebut, khususnya status dana yang seharusnya dialokasikan untuk hak kedewanan. Ia mempertanyakan apakah anggaran itu telah dikembalikan ke kas negara atau dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.
Erwin menegaskan, pemenuhan hak-hak anggota dewan secara adil dan transparan sangat penting demi menunjang kelancaran tugas operasional serta fungsi pengawasan legislatif.
Sampaian klarifikasi Erwin sempat memicu gelombang interupsi dan perdebatan sengit antaranggota dewan di ruang sidang, sebelum akhirnya sejumlah anggota dewan beserta Erwin meninggalkan lokasi. Kendati diwarnai dinamika, sidang paripurna tersebut dilanjutkan kembali hingga selesai setelah situasi kondusif.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.