Tandaseru — Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat bergerak cepat menyiapkan langkah administratif demi memperjuangkan rute pelayaran KM Sabuk Nusantara 35 agar dapat singgah di Desa Barataku, Kecamatan Loloda Tengah. Langkah ini diambil usai aksi warga setempat yang nekat mencegat kapal perintis tersebut di tengah laut untuk menuntut akses transportasi.

Bupati Halmahera Barat, James Uang, menyatakan pihaknya akan segera mengirimkan surat resmi kepada Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan guna memproses perubahan trayek kapal.

“Kami sangat prihatin masyarakat harus mempertaruhkan keselamatan demi menyampaikan aspirasi. Karena itu, Pemda akan berupaya maksimal agar KM Sabuk Nusantara 35 dapat singgah di Barataku dan melayani masyarakat Loloda Tengah,” ujar James, Selasa (28/7/2026).

James menjelaskan, aspirasi warga sebetulnya sudah lama ditindaklanjuti. Namun, pihak pengelola kapal sebelumnya menyoroti dua kendala utama, yakni kelayakan fasilitas Pelabuhan Barataku sebagai lokasi sandar serta pertimbangan bisnis terkait potensi jumlah penumpang.

Melalui surat resmi yang dilayangkan ke Pemprov dan Kemenhub, Pemkab Halbar berharap kendala fasilitas dan pertimbangan operasional tersebut dapat dicarikan solusi bersama, sehingga perubahan rute pelayaran bisa segera direalisasikan demi membuka keterisolasian wilayah Loloda Tengah.

Sebelumnya, aksi heroik sekaligus berbahaya dilakukan warga dari 10 desa di Loloda Tengah. Mereka nekat menghadang KM Sabuk Nusantara 35 menggunakan delapan unit longboat di perairan Desa Barataku guna mendesak pemerintah dan pengelola kapal memasukkan wilayah mereka ke dalam trayek reguler.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Mardi Hamid
Reporter