Tandaseru — Universitas Khairun (Unkhair) dan PT Mineral Alam Abadi (MAA) sepakat menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU). Kesepakatan tersebut dicapai dalam audiensi kelembagaan yang berlangsung di Kantor PT Mineral Alam Abadi, APL Tower Lantai 38, Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Kerja sama antara perguruan tinggi negeri di Maluku Utara dan perusahaan pertambangan nikel yang beroperasi di Pulau Obi, Halmahera Selatan, ini berfokus pada empat pilar utama, yaitu:
- Tridharma Perguruan Tinggi: Penguatan sektor pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
- Pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU): Perluasan program magang mahasiswa dan penelitian terapan berbasis industri.
- Peningkatan Pendapatan BLU: Pengembangan program kemitraan produktif dan berkelanjutan bagi Unkhair sebagai Badan Layanan Umum.
- Pemberdayaan Masyarakat: Optimalisasi program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) di wilayah operasional PT MAA.
Rektor Universitas Khairun, Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, S.E., M.M., menegaskan pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan sektor industri untuk mendorong kemajuan daerah.
“Kemitraan dengan PT Mineral Alam Abadi merupakan langkah strategis Unkhair dalam mempertemukan teori akademis dengan kebutuhan industri secara nyata. Kami ingin memastikan bahwa riset dan program magang mahasiswa kami memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas SDM serta pertumbuhan ekonomi masyarakat Maluku Utara,” ujar Prof. Abdullah usai audiensi.
Perwakilan PT Mineral Alam Abadi, Sandes Tambun, menyampaikan komitmen perusahaan untuk mendukung penuh pengembangan kapasitas pendidikan lokal dan pemberdayaan komunitas di sekitar area tambang.
“Kami percaya keberlanjutan operasional perusahaan sangat bergantung pada kemajuan masyarakat di sekitarnya. Melalui kerja sama dengan Unkhair, PT MAA berkomitmen untuk tidak hanya fokus pada sektor industri, tetapi juga aktif berkontribusi dalam memajukan pendidikan, riset terapan, dan kesejahteraan warga Maluku Utara,” ungkap Sandes.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Rektor III Unkhair Hi. Jamal Hi. Arsyad, S.H., M.H., Staf Khusus Rektor Unkhair Imran Ahmad, S.H., M.H., serta jajaran staf legal PT MAA.
Sebagai tindak lanjut, kedua pihak segera membentuk tim teknis untuk menyusun draf akhir MoU sebelum prosesi penandatanganan resmi digelar dalam waktu dekat.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.