Tandaseru — Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Khairun (Unkhair) menerima kunjungan Prof. Timo Kaartinen dan Prof. Elina Grundstrom dari Helsinki University, Finlandia untuk memperdalam pengetahuan mengenai sejarah Maluku Utara.
Kedatangan Prof. Timo dan Prof. Elina disambut Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Nurain Jalaludin, S.S., M.A, didampingi Wakil Dekan I, Bakhtiar Majid, S.S., M.Si, Wakil Dekan III Jainul Yusup, S.S., M.Hum, Ketua Program Studi Usaha Perjalanan Wisata, Mustafa Mansur, S.S., M.Hum, dan beberapa dosen lainnya.
Dalam memperdalam pengetahuan sejarah, Prof. Timo dan Prof. Elina mewancarai narasumber kunci, yaitu Mustafa Mansur selaku Ketua Prodi Usaha Perjalanan Wisata (UPW) sekaligus sejarawan, dan Dr. Rustam Hasyim dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unkhair.
Timo dan Elina sangat tertarik dengan sejarah Maluku Utara. Peranan sebagai penghasil rempah di masa lalu dan kini menjadi sumber pertambangan emas dan nikel terutama di Halmahera, menjadi kajian menarik dari Timo dan Elina.
Keberadaan lembaga kesultanan di masa kini juga menjadi fokus kajian kedua peneliti tersebut. Peranan para sultan yang dilegitimasi dengan sejarah dan mitos menjadi kajian tersendiri dalam memahami realitas sosial, dan politik masa kini dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Mustafa Mansur mengungkapkan, ketertarikan kajian terhadap sejarah Maluku Utara dari luar negeri, khususnya peneliti dari Universitas Helsinki, menunjukkan sejarah Maluku Utara hidup dan sangat dinamis.
“Ketertarikan bangsa asing terhadap Sejarah Maluku Utara tentunya menjadi daya tarik wisata dalam mendorong kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara,” ujar Mustafa.
Kedua prof juga bertemu dengan Rektor Unkhair, Prof. Dr Abdullah W. Jabid, SE, M.M, untuk bersilaturahim. Rektor berpesan, membahas mengenai sejarah, kebudayaan dan pariwisata, bisa dengan dosen di FIB Unkhair untuk memberikan informasi dan dokumen sesuai kebutuhan.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.