Tandaseru — Berangkat ke sekolah dengan aman, nyaman, dan tepat waktu merupakan harapan setiap siswa. Namun, bagi sebagian siswa yang tinggal di Desa Kobe, Sawai Itepo, dan Lukulamo di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Provinsi Maluku Utara, serta Desa Jikomoi, Waijoi, Saolat, dan Minamin di Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), harapan tersebut selama ini belum sepenuhnya menjadi kenyataan.

Keterbatasan transportasi dan jauhnya jarak antara rumah dan sekolah membuat banyak siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA sering mengalami keterlambatan. Sebagian dari mereka harus menempuh perjalanan hingga 6 sampai 12 kilometer.

Ekspresi bahagia selalu terlihat ketika ada pengendara yang berhenti dan menawarkan tumpangan. Bagi siswa di Halmahera Timur, jarak tempuh yang jauh memaksa mereka menumpang di kendaraan yang lewat seperti mobil pick up, atau bus Damri milik pemerintah daerah atau juga warga yang melintas.

Sebaliknya, jika tidak ada kendaraan yang bersedia mengantar atau ditumpangi, mereka harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki hingga tiba di sekolah. Kondisi tersebut membuat pihak sekolah terpaksa memberikan toleransi terhadap keterlambatan siswa, yang dalam beberapa kasus mencapai 30 menit hingga satu jam.

Melihat kebutuhan tersebut, PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) dan PT Weda Bay Nickel (WBN) resmi meluncurkan layanan transportasi sekolah gratis bagi siswa di Kabupaten Halmahera Tengah dan Halmahera Timur pada Sabtu (11/7/2026) di Kantor Desa Kobe, Kecamatan Weda Tengah.

Program ini merupakan bentuk dukungan perusahaan dalam meningkatkan akses pendidikan melalui penyediaan layanan antar-jemput yang aman, nyaman, dan lebih teratur bagi para siswa. IWIP menyediakan lima unit bus sekolah berkapasitas 17 dan 24 penumpang untuk melayani siswa di sejumlah desa di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Suasana di dalam bus sekolah gratis dari IWIP dan WBN yang melayani siswa dari desa-desa di Wasile Selatan. (Dok. IWIP)

Adapun operasional bus sekolah Weda Bay Project dijadwalkan setiap hari. Bus yang melayani rute Desa Kobe sampai Desa Sawai Itepo dimulai pukul 06.00 dari Gereja Immanuel Baru ke titik penjemputan 2 lalu ke SMP N 17 Halmahera Tengah, bus lainnya dari SD Lukulamo ke SMP N 9 Halmahera Tengah dan SMK 2 Halmahera Tengah. Kemudian untuk pulang sekolah, bus melayani mulai 13.00 dari SMP N 17 Halmahera Tengah ke titik penjemputan 2 lalu ke Gereja Immanuel Baru dan dari SMP 9 Halmahera Tengahdan SMK 2 Halmahera Tengah menuju SD Lukulamo. 

Sementara untuk rute dan jadwal di Halmahera Timur, dimulai pukul 06.00 sampai 06.30 dari Desa Jikomoi, Waijoi, Saolat, Minamin, lalu menuju ke Desa Nusa Jaya sebagai titik terakhir di  SMA N 4 Halmahera Timur dan SMK 2 Halmahera Timur dan SMP N 13 Wasile. Penjemputan dimulai pukul 13.00 setiap hari Senin sampai Kamis dan Sabtu. Hari Jumat penjemputan setiap pukul 11.30 WIT. 

Bupati Halmahera Timur Ubaid Yakub menyampaikan terima kasih atas bantuan bus sekolah dari IWIP dan WBN. Ini sejalan dengan kebutuhan daerah terhadap akses transportasi yang mudah bagi siswa-siswi terlebih di kecamatan Wasile Selatan.

“Bantuan bus sekolah ini sangat penting, sangat dibutuhkan terutama wilayah Wasile Selatan. Karena, jarak antara rumah-rumah siswa ke sekolah sangat jauh. Ke depan, mudah-mudahan jalinan kerja sama dan dukungan seperti ini terus berlanjut,” tuturnya.  

Apresiasi juga disampaikan Kepala SMP N 17 Halmahera Tengah, Dedy C.H. Kaijely. Menurutnya, kehadiran bus sekolah menjadi solusi atas persoalan transportasi yang menyebabkan banyak siswa terlambat mengikuti kegiatan belajar mengajar.

“Ini merupakan bentuk partisipasi nyata perusahaan dalam mendukung pendidikan. Terima kasih kepada PT IWIP,” katanya.

Menurut Dedy, diperlukan kerja sama antara sekolah, orang tua, dan pemerintah desa untuk membangun kedisiplinan siswa agar hadir tepat waktu di titik penjemputan.

“Kolaborasi ini sangat luar biasa dan semoga terus terjaga. Kami juga berterima kasih karena bus ini ditempatkan di sekolah sehingga tidak perlu bolak-balik,” ujarnya.

Kepala SMA N 4 Halmahera Timur, Afendi A. Gani, menyampaikan apresiasi kepada PT IWIP atas bantuan bus sekolah yang dinilai sangat membantu para siswa. Sebagian besar peserta didik berasal dari desa yang lokasinya cukup jauh dari sekolah sehingga sangat membutuhkan sarana transportasi yang aman dan memadai.

Afendi berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap perawatan armada bus yang kini telah diserahkan pengelolaannya kepada pemerintah daerah. Dengan pemeliharaan yang baik, layanan transportasi tersebut diharapkan dapat terus beroperasi secara optimal dan memberi manfaat bagi para pelajar.

“Dengan adanya bus sekolah, siswa tidak lagi harus menunggu tumpangan kendaraan yang melintas atau bergantung pada orang tua untuk mengantar mereka ke sekolah,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Inggrit Herat, siswi kelas XII C SMA N 4 Halmahera Timur. Ia mengaku sangat senang dengan kehadiran bus sekolah karena kini dapat berangkat bersama teman-temannya dan tiba di sekolah tepat waktu.

Sebelumnya, Inggrit mengaku hampir setiap hari harus menunggu kendaraan yang lewat untuk mendapatkan tumpangan. Waktu kedatangan kendaraan yang tidak menentu membuatnya sering terlambat mengikuti pelajaran.

“Kadang bisa cepat dapat tumpangan, kadang juga sangat lama. Akibatnya saya sering terlambat sampai di sekolah. Saat pulang juga sama, kadang baru tiba di rumah menjelang sore karena harus menunggu kendaraan yang lewat,” tuturnya.

Kini, dengan adanya layanan bus sekolah, perjalanan menuju sekolah menjadi lebih aman, nyaman, dan terjadwal sehingga para siswa dapat lebih fokus mengikuti proses belajar mengajar tanpa lagi dihantui kekhawatiran soal transportasi.

Deputy Manager External Relation PT IWIP, Fuad Albar, mengatakan program bus sekolah merupakan hasil kolaborasi antara perusahaan, pemerintah desa, dan pihak sekolah sehingga keberhasilannya memerlukan dukungan seluruh pihak.

“Bus ini menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah desa, sekolah, maupun perusahaan. Silahkan sampaikan saran seiring berjalannya program. Keamanan dan keselamatan, termasuk bagi pengemudi, juga menjadi tanggung jawab bersama. Bus ini diperuntukkan khusus bagi siswa dan siswi. Semoga program ini dapat membantu,” ujarnya.

Fuad menambahkan, seluruh masukan dari masyarakat akan menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan layanan ke depan.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Ika Fuji Rahayu
Reporter