Tandaseru — Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mulai mengerjakan pembangunan jalan rute Army Dock Desa Pandanga menuju Pelabuhan Feri Desa Juanga.

Proyek infrastruktur ini merupakan bagian dari pelaksanaan visi dan misi Bupati Rusli Sibua dan Wakil Bupati Rio Christian Pawane untuk mewujudkan Morotai Adil, Unggul, dan Sejahtera.

Saat ini, Dinas PUPR tengah melakukan tahap penimbunan pada ruas jalan utama Pandanga-Juanga sebelum dilanjutkan ke proses pengaspalan (hotmix). Pembangunan jalan baru tersebut ditargetkan mencapai panjang sekitar 800 meter.

Kepala Dinas PUPR Pulau Morotai Fahmi Usman menegaskan pengerjaan fisik di lapangan sudah mulai berjalan.

“Jalan raya kabupaten antara desa Pandanga dan Juanga atau arah ke pelabuhan Feri telah dikerjakan tahapan penimbunan. Jadi ini adalah pembangunan hotmix baru. Dan saat ini sudah mulai penimbunan, yang akan di-hotmix kurang lebih 800 meter yang dikerjakan,” jelas Fahmi, Sabtu (19/9/2026).

Ia menambahkan, penyelesaian proyek ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat dari pusat kota menuju Desa Juanga maupun Pelabuhan Feri.

“Semoga jalan ini segera tuntas kami kerjakan, karena harapan sesuai visi misi pak Bupati dan pak Wakil Bupati untuk pembangunan infrastruktur yang memadai demi kepentingan masyarakat, supaya bisa lebih mudah memanfaatkan jalan ini jauh lebih baik,” terangnya.

Selain akses utama Pandanga-Juanga, Pemda Morotai juga melakukan pembangunan jalan lingkungan atau jalan lorong di Desa Pandanga sepanjang kurang lebih 1 kilometer yang diawali dengan tahapan pengukuran.

“Awal pembangunan kami dari PUPR sudah melakukan pengukuran untuk proses pembangunan hotmix jalan lingkungan atau jalan lorong di desa Pandanga sekitar kurang lebih 1 kilometer sudah dikerjakan,” pungkas Fahmi.

Di samping pengerjaan di area Pandanga-Juanga, penataan infrastruktur juga menyasar kawasan Pusat Kota di Desa Gotalamo melalui pengerjaan pelebaran jalan yang diawali dengan pembuatan saluran drainase.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Irjan Rahaguna
Reporter