Sekilas Info

Jelang Pilkada, Tiga Penyelenggara Pemilu di Ternate Dipecat

Ketua Bawaslu Ternate, Kifli Sahlan. (Istimewa)

Tandaseru -- Jelang pemilihan kepala daerah 2020, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Ternate, Maluku Utara melakukan pemecatan terhadap tiga unsur penyelenggara pengawas pemilu. Ketiganya diberhentikan setelah terbukti melanggar kode etik.

Ketua Bawasku Kota Ternate Kifli Sahlan mengungkapkan, tiga orang yang dipecat tersebut adalah Komisioner Panitia Pengawas Kecamatan Ternate Tengah berinisial IB, Pengawas Pemilu Kelurahan berinisial A dan Staf Sekretariat Panwascam Ternate Tengah berinisial R.

“Berdasarkan aspek penindakan norma terkait etik yang diatur dalam Peraturan Bawaslu Nomor 4 Tahun 2019 dan Edaran Bawaslu Nomor 0072 tentang mandat untuk memberikan sanksi etik terhadap jajaran pengawasan pemilu di tingkat bawah, baik kecamatan, kelurahan maupun pengawas TPS, hal itu (pemecatan, red) sudah jelas sesuai dengan prosedur terkait mandat yang diberikan kepada Bawaslu,” ungkap Kifli, Rabu (16/9).

"Dan hari ini sudah ditindaklanjuti. Karena wilayah sekretariat adalah wilayahnya kepala sekretariat, bukan wilayah komisioner, jadi menindaklanjuti putusan itu adalah kepala sekretariat," sambungnya.

Pemecatan tiga unsur penyelenggara itu disebabkan keterlibatan mereka dalam kasus yang berbeda-beda. Menurut Kifli, Komisioner Panwascam terlibat kasus penyuapan, sedangkan dua orang lainnya sengaja berkompromi dengan pasangan calon untuk mengubah angka-angka dukungan.

"Dalam hal ini menaikkan jumlah dukungan untuk memenuhi syarat dalam verifikasi faktual calon bakal calon perseorangan," bebernya.

Kifli bilang, orang-orang yang dipecat langsung digantikan, sebab tahapan Pilkada yang sudah berjalan membuat Bawaslu tak bisa membiarkan kekosongan jabatan terjadi berlama-lama. Ia pun mengingatkan seluruh unsur pengawas agar tak melakukan perbuatan yang melanggara kode etik.

"Kita ini merupakan lembaga yang memutuskan suatu pelanggaran, maka lebih menjaga identitas dan profesionalitas terutama dalam aspek etik. Jika melanggar maka akan ditindak sesuai dengan undang-undang," tegasnya.

Penulis: Yunita Kaunar
Editor: Sahril Abdullah