Tandaseru — Rahman Nani (44 tahun), nelayan asal Desa Lusuo, Kecamatan Morotai Utara, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, yang sempat dilaporkan hilang saat pergi melaut untuk memanah ikan, akhirnya berhasil kembali dalam keadaan selamat pada Kamis (15/10/2026).

Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, melalui Dan Pos USS Morotai, Hidayat Hatari, membenarkan pihak Tim SAR Gabungan langsung bergerak cepat begitu menerima laporan mengenai kondisi yang membahayakan jiwa manusia tersebut.

“Pukul 08.00 WIT, Tim Rescue USS Morotai bergerak menuju Desa Lusuo dengan menggunakan truk Personel dan dilanjutkan menggunakan alut SAR laut menuju LKP guna melaksanakan pencarian korban,” ujar Hidayat.

Proses penyisiran dan pencarian di sekitar lokasi kejadian perkara (LKP) kemudian dilanjutkan menggunakan longboat pada pukul 12.20 WIT. Di tengah upaya pencarian, titik terang mulai didapatkan oleh Tim SAR Gabungan.

“Sekitar pukul 15.10 WIT, Tim SAR Gabungan mendapatkan informasi bahwa korban telah berhasil menghubungi pihak keluarga dengan keterangan bahwa korban sempat hilang arah dan berlindung di kapal Tuna asal Manado yang korban temui,” jelas Hidayat.

Rahman yang berlayar menggunakan longboat berwarna putih dengan garis hijau berukuran panjang 4 meter dan lebar 60 cm tersebut langsung melanjutkan perjalanan pulang menuju desa asalnya. Mengetahui informasi tersebut, Tim SAR Gabungan tiba di posko Desa Lusuo pada pukul 16.45 WIT untuk menyambut kedatangan korban.

Sekitar pukul 17.25 WIT, Rahman akhirnya tiba di Desa Lusuo dalam kondisi selamat dan langsung diserahkan secara resmi kepada pihak keluarga. Setelah korban dipastikan aman, seluruh unsur SAR yang terlibat menggelar evaluasi akhir.

“Tim Gabungan selanjutnya melaksanakan debriefing dan evaluasi dengan hasil bahwa korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat,” pungkasnya.

Operasi pencarian dan penyelamatan ini melibatkan berbagai unsur SAR gabungan, di antaranya Tim Rescue USS Morotai, Polairud Morotai, Pos AL Bere-Bere, Polsek Bere-Bere, BPBD Morotai, Babinsa Desa Lusuo, masyarakat Desa Kurago, serta pihak keluarga korban.

Sahril Abdullah
Editor
Irjan Rahaguna
Reporter