Tandaseru — Kesiapan pelaksanaan Morotai Festival (Morofest) 2026 yang masuk dalam agenda nasional Karisma Event Nusantara (KEN) kini telah mencapai 90 persen.
Festival tahunan yang dijadwalkan berlangsung pada 26 hingga 29 Oktober 2026 mendatang ini mendapat sambutan antusias dari para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat.
Penyelenggaraan Morofest 2026 memiliki kedudukan strategis setelah secara resmi ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata RI melalui Keputusan Menteri Pariwisata Nomor SK/2/HK.01.02/MP/2026. Morofest terpilih bersama Festival Teluk Jailolo (FTJ) dari total 125 event yang masuk dalam kalender pariwisata nasional tersebut.
Kepala Dinas Pariwisata Pulau Morotai, Maria, memastikan bahwa persiapan teknis di lapangan terus berjalan intensif. Saat ini, pihak penyelenggara tinggal menunggu kelengkapan fasilitas tenda dari kementerian sebelum seluruh sarana siap digunakan.
“Kesiapan secara keseluruhan sudah masuk 90 persen. Saat ini kami masih menunggu tenda dari kementerian. Begitu terpasang, panggung dan lokasi siap digunakan,” ujar Maria, Kamis (15/10/2026).
Di lokasi pelaksanaan festival, puluhan stan promosi yang mewakili 88 desa serta lapak untuk pelaku UMKM dan Industri Kecil Menengah (IKM) mulai terpasang. Maria menambahkan bahwa event nasional ini memberikan dampak ekonomi yang sangat positif, salah satunya melalui dukungan Program Kemitraan dan Sinergi (PKS) dari pemerintah pusat serta tingginya partisipasi pedagang lokal.
Dampak ekonomi dari gelaran Morofest turut dirasakan langsung oleh masyarakat dan pemilik usaha di pusat kota Daruba. Irma, salah satu pemilik warung makan, mengaku pendapatan usahanya meningkat signifikan saat gelaran festival berlangsung. Menurutnya, lonjakan pengunjung luar daerah membuat warung-warung kecil kebanjiran pembeli hingga malam hari.
Senada dengan Irma, Mujib, pemilik usaha kuliner Bumi Moro, menyatakan dukungan penuh terhadap keberlanjutan event ini. Ia menilai Morofest tidak hanya menjadi wadah hiburan bagi warga desa yang berkunjung ke kota, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi bagi berbagai sektor usaha, mulai dari warung makan hingga penjual jajanan.
Selain menyajikan pameran UMKM dan potensi desa, Morotai Festival 2026 juga diharapkan menjadi pemicu hadirnya berbagai ajang pendukung lain, seperti kegiatan olahraga daerah dan perlombaan publik, guna terus menggairahkan sektor pariwisata dan perekonomian di Kabupaten Pulau Morotai.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.