Tandaseru — Komisi V DPR RI siap memperjuangkan aspirasi masyarakat Kecamatan Loloda Tengah (Loteng), Halmahera Barat, Maluku Utara, agar kapal perintis KM Sabuk Nusantara 35 resmi menjangkau dan singgah di wilayah Desa Barataku. Langkah ini merespons aksi warga 10 desa di Loloda Tengah yang nekat mencegat kapal di tengah laut akibat keterisolasian transportasi.

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Irine Yusiana Roba Putri, mengungkapkan dirinya telah berkoordinasi dengan Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Jailolo, Rosihan, untuk menindaklanjuti pengusulan perubahan trayek secara administratif.

“Dalam hal ini saya siap mendorong agar Kementerian Perhubungan melakukan perubahan trayek sehingga Loloda Tengah dapat menjadi salah satu titik singgah kapal,” kata Irine saat dikonfirmasi, Selasa (28/7/2026).

Irine menilai aksi nekat warga yang menggunakan delapan unit longboat di tengah ombak setinggi 3 meter merupakan bentuk desakan akibat keterbatasan akses, bukan murni pelanggaran hukum. Menurutnya, negara bertanggung jawab menyediakan transportasi laut yang layak, aman, dan merata bagi masyarakat kawasan terluar.

“Apa yang dilakukan masyarakat bukanlah keinginan mereka. Kondisi yang tidak berpihak membuat mereka terpaksa mengambil langkah membahayakan keselamatan demi memperoleh akses transportasi. Ini harus jadi bahan evaluasi besar,” tegasnya.

Saat ini, proses koordinasi masih menunggu kelengkapan berkas administrasi dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

Irine berkomitmen mengawal langsung usulan tersebut ke Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan segera setelah seluruh proses administrasi daerah rampung, guna memastikan penambahan titik singgah resmi di Loloda Tengah.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Mardi Hamid
Reporter