Tandaseru — Dua tersangka kasus konflik di wilayah Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, menyerahkan diri secara sukarela ke Polres Halmahera Tengah, Senin (28/9/2026). Langkah ini menambah jumlah tersangka yang berhasil diamankan aparat kepolisian menjadi tujuh orang dari total delapan tersangka yang telah diidentifikasi.

Kedua tersangka yang menyerahkan diri tersebut merupakan warga desa Banemo berinisial RT dan JS. Penyerahan diri ini menyusul penangkapan lima tersangka lainnya yang telah lebih dulu diamankan kepolisian pada Kamis (24/9/2026).

Kapolda Maluku Utara melalui Kabid Humas Kombes Pol Hadi Poerwanto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada kedua tersangka serta semua pihak yang turut membantu sehingga proses penyerahan diri berjalan aman dan kondusif.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kesadaran untuk menyerahkan diri dan mengikuti proses hukum. Ini merupakan langkah yang baik dan kami berharap dapat menjadi bagian dari upaya bersama menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” ujar Hadi.

Dengan penyerahan diri RT dan JS, saat ini tersisa satu orang tersangka berinisial FOM yang masih dalam proses pencarian aparat.

Polda Maluku Utara menegaskan komitmennya menangani perkara ini secara profesional, proporsional, dan sesuai ketentuan perundang-undangan. Polda menghargai setiap langkah hukum dan itikad baik dari para pihak yang terlibat.

Selain itu, Polda Malut mengimbau seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketenangan di wilayah tersebut.

“Mari kita sama-sama menjaga kedamaian. Jangan mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar dan jangan melakukan tindakan yang dapat memperkeruh suasana. Percayakan prosesnya kepada kepolisian dan mari kita bersama menjaga keamanan masyarakat,” pungkas Hadi.

Sekadar diketahui, kedua tersangka yang menyerahkan diri diduga ikut terlibat dalam penganiayaan warga Sibenpopo, Silas Djiko, yang menyebabkan korban meninggal dunia. Peristiwa ini terjadi dalam konflik antara kedua desa Maret lalu.

 

Ika Fuji Rahayu
Editor
Ika Fuji Rahayu
Reporter