Tandaseru – Bentrokan pemuda antardesa kembali pecah di Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, Senin (14/9/2026). Pertikaian yang melibatkan pemuda Desa Juanga dan Desa Pandanga tersebut mengakibatkan kerusakan barang milik warga serta melumpuhkan akses menuju sekolah dan pusat kota.

Kerusuhan bermula dari kesalahpahaman antarpemuda pada Sabtu (10/9/2026) yang sempat diselesaikan secara damai. Namun, bentrokan kembali berlanjut beberapa hari kemudian.
Pada Selasa pagi pukul 07.00 hingga 10.00 WIT, kedua kelompok pemuda saling serang menggunakan senjata tajam seperti parang, kayu, ketapel, dan batu. Bentrokan baru berhasil dibubarkan setelah personel TNI dan Polri menembakkan gas air mata di perbatasan desa. Pihak keamanan masih terus berjaga-jaga di lokasi kejadian hingga saat ini.
Dampak pertikaian tersebut memicu penutupan jalan utama penghubung Desa Juanga dan Desa Pandanga menggunakan kayu serta ban bekas. Akibat blokade ini, siswa-siswi tingkat SD, SMP, hingga SMA terhalang pergi ke sekolah, dan pergerakan warga menuju pusat kota untuk berbelanja kebutuhan pokok terhenti.
Selain itu, satu unit sepeda motor milik warga dilaporkan rusak akibat dihancurkan oleh sekelompok massa di perbatasan Desa Pandanga.
Kejadian ini dikeluhkan Aman, salah satu orang tua siswi dari Desa Juanga. Ia menyayangkan aksi pemblokiran jalan yang merugikan hak belajar anak-anak.
“Anak kami pergi sekolah jam 07.00 sudah ditahan di perbatasan Pandanga dan Juanga. Mereka disuruh kembali dan dilarang sekolah,” ujar Aman.
Ia meminta agar pertikaian antarpemuda tidak mengorbankan akses pendidikan.
“Kami tidak terima baik karena gara-gara pemuda dua desa berkonflik, anak kami jadi korban tidak bisa sekolah. Kalau bisa anak-anak yang pergi sekolah jangan diadang, cukup jaga pemuda saja karena anak kami rugi pelajaran. Kami ke pasar di pusat kota juga tidak bisa belanja kebutuhan karena jalan diisolasi,” lanjutnya.
Aman juga berharap kepolisian segera menangkap pelaku perusakan motor saudaranya serta mengganti kerugian materi yang dialami.
Keresahan senada disampaikan oleh Marnia, warga Desa Pandanga, yang mengeluhkan gangguan ketenteraman lingkungan akibat bentrokan yang terus berulang.
“Konflik Desa Pandanga dan Juanga diharapkan cepat berlalu supaya aktivitas kembali aman. Sebab siang dan malam selalu terjadi aksi saling lempar batu dari pemuda kedua pihak. Kami berharap pemerintah daerah dan polisi cepat menangani masalah ini secara aman dan rukun kembali,” ungkap Marnia.
Hingga saat ini, aparat keamanan TNI dan Polri masih bersiaga ketat di lokasi untuk mengantisipasi aksi bentrok susulan dan mengupayakan perdamaian antardesa.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.