Tandaseru — Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax non-subsidi terjadi secara mendadak di pusat kota Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, Selasa (4/8/2026). Stok Pertamax di tingkat depot pengecer maupun kios di kawasan Daruba mendadak kosong secara serentak sejak pukul 12.00 WIT hingga malam hari.

Hingga pukul 21.00 WIT, BBM Pertamax yang biasa dijual eceran di kisaran harga Rp19.000 hingga Rp29.000 per liter tersebut masih belum terlihat dijual kembali. Belum diketahui pasti penyebab utama terhentinya pasokan di tingkat pengecer tersebut.

Sejumlah warga dan pengguna jalan mengeluhkan kondisi ini. Ari, salah satu pengendara sepeda motor, mengaku kesulitan mendapatkan BBM setelah menyisir seluruh kios pengecer di Daruba sejak pagi.

“Dari pagi saya sudah mulai sisir depot di kios yang ada di Daruba, satu pun tidak ada. Ini aneh, biasanya kalau pasokan langka dalam seminggu pun tidak mungkin langsung kosong total karena stok di depot cukup banyak. Tapi ini baru satu hari sudah kosong serentak,” ujar Ari di Jalan Raya Desa Darame.

Keluhan serupa disampaikan Faldo, seorang pengemudi becak motor (bentor). Menurutnya, kelangkaan BBM memang beberapa kali terjadi, namun kekosongan total secara bersamaan dalam kurun waktu singkat dinilai tidak wajar.

Atas kondisi tersebut, warga mendesak pihak berwenang turun tangan melakukan pengawasan di lapangan.

“Hari ini sangat aneh, tiba-tiba kosong total di satu kota Daruba. Kami berharap Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Perindagkop) segera menertibkan pihak depot atau pengecer,” kata Faldo.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Irjan Rahaguna
Reporter