Tandaseru — Tim dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Khairun menggelar penyuluhan pencegahan dan penanganan stroke dini bagi masyarakat pesisir di Kelurahan Tabam, Kota Ternate, Maluku Utara, Minggu (12/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di SDN 49 Kota Ternate ini dihadiri Lurah Kelurahan Tabam guna meningkatkan kesadaran warga terhadap bahaya stroke.
Penyuluhan ini diinisiasi dr. Aryandhito Widhi Nugroho, Ph.D., Sp.BS dan dr. Nur Upik En Masrika, M.Biomed. Langkah edukasi diambil mengingat angka tercatat stroke di Maluku Utara berada di angka 4.6 per 1000 penduduk. Meski terbilang rendah, angka tersebut diduga belum mencerminkan kondisi lapangan akibat kendala keterbatasan akses kesehatan, jarak geografis, dan minimnya informasi bagi masyarakat pesisir serta pulau-pulau kecil.
Dalam pemaparannya, tim medis menekankan pentingnya mendeteksi gejala awal stroke melalui metode “SeGeRa Ke RS”, yaitu:
- Se: Senyum tidak simetris atau sudut bibir turun sebelah
- Ge: Gerak separuh tubuh melemah secara mendadak.
- Ra: Bicara pelo atau mendadak sulit dipahami.
- Ke: Kebas atau baal pada separuh tubuh.
- R: Rabun atau pandangan kabur seketika.
- S: Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba.
“Jika salah satu gejala tersebut muncul, masyarakat diimbau untuk langsung membawa pasien ke rumah sakit tanpa menunda. Stroke memiliki ‘periode emas’ dalam beberapa jam pertama. Penanganan yang cepat sangat menentukan peluang kesembuhan dan mencegah kecacatan permanen,” ujar Aryandhito.
Tim dokter juga meluruskan mitos keliru di masyarakat, seperti tindakan menusuk ujung jari atau daun telinga dengan jarum saat serangan stroke terjadi. Tindakan tersebut ditegaskan tidak memiliki dasar medis dan justru membuang waktu krusial pasien.
Sebagai langkah preventif, masyarakat diajak untuk menerapkan perilaku hidup sehat “CERDIK”, yang meliputi Cek kesehatan berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet seimbang (rendah garam dan lemak), Istirahat cukup, dan Kelola stres. Warga juga diimbau rutin memeriksakan tekanan darah di Puskesmas terdekat, mengingat hipertensi merupakan faktor risiko utama penyebab stroke.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.