Tandaseru — 420 mahasiswa dan dosen Universitas Khairun (Unkhair) mengikuti Webinar Edukasi Upload Mandiri Digital Library–Repository E-Print yang digelar UPA Perpustakaan Unkhair secara hybrid, Senin (14/9/2026).

Kegiatan berlangsung di Ruang Diskusi Lantai I Gedung UPA Perpustakaan, Kampus II Gambesi, Ternate. Sebanyak 120 peserta hadir langsung, sedangkan 300 lainnya mengikuti melalui Zoom Meeting.

Webinar menghadirkan empat narasumber dari bidang perpustakaan dan teknologi informasi, yakni Sony Pawoko, S.Sos., M.T.I dari Perpustakaan Universitas Indonesia (UI), Donni Yudha Prawira, S.Sos., M.I.Kom, dari Universitas Negeri Medan (Unimed), Abd. Rahman, S.Kom., M.Kom dari IAIN Ternate, serta Ir. Salkin Lutfi, S.Kom., M.T, Kepala UPA TIK Unkhair.

Rektor Unkhair, Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, S.E., M.M, membuka kegiatan sekaligus menekankan pentingnya transformasi digital dalam tata kelola pengetahuan di perguruan tinggi.

Menurutnya, digital library dan institutional repository memiliki peran strategis sebagai ruang penyimpanan, pengelolaan, sekaligus penyebarluasan karya ilmiah sivitas akademika.

“Repository harus menjadi etalase intelektual Unkhair, yang menunjukkan kepada Indonesia dan dunia hasil penelitian serta karya ilmiah dosen dan mahasiswa,” ujarnya.

Ia mengatakan Unkhair memiliki banyak karya ilmiah bernilai, mulai dari skripsi, tesis, disertasi hingga hasil penelitian tentang kepulauan, sumber daya alam, kelautan, pertanian, kesehatan, lingkungan, serta sosial budaya Maluku Utara.

Karena itu, penerapan upload mandiri dinilai penting agar karya ilmiah tidak hanya tersimpan secara manual atau di komputer pribadi, tetapi dapat ditemukan, dibaca, dirujuk, dan dimanfaatkan masyarakat luas.

Prof. Abdullah juga mengingatkan dokumen yang diunggah harus memenuhi standar akademik, bebas plagiarisme, memiliki metadata lengkap, serta memperhatikan hak cipta dan etika publikasi ilmiah.

Ia mengajak UPA Perpustakaan bersama UPA TIK menindaklanjuti webinar melalui sistem repository yang sederhana dan terintegrasi, disertai SOP, panduan teknis, serta layanan pendampingan bagi mahasiswa dan dosen.

Kepala UPA Perpustakaan Unkhair, Dr. Farida Samad, S.Pd., M.KPd, menjelaskan kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan transformasi layanan perpustakaan berbasis digital.

Peserta dibekali keterampilan praktis mengenai tahapan unggah mandiri, mulai dari persiapan dokumen, pengisian metadata, proses upload hingga verifikasi karya ilmiah pada Repository E-Print.

“Kami ingin membangun kesadaran bahwa karya ilmiah mahasiswa bukan sekadar syarat kelulusan, tetapi sumber pengetahuan yang harus dikelola dan dimanfaatkan oleh seluruh civitas akademika,” katanya.

Ketua Panitia, Sri Bulan Juli Nainggolan, M.Si., mengatakan webinar menjadi tahap awal implementasi Repository E-Print di Unkhair.

Menurutnya, penyerahan karya ilmiah selama ini masih dilakukan secara manual meski aplikasi repository berbasis E-Print telah tersedia.

Ia berharap, peserta memahami kebijakan, standar, alur teknis, dan akses publikasi karya ilmiah sehingga mahasiswa dan dosen dapat mengunggah karya secara mandiri melalui digital repository Unkhair.

Sahril Abdullah
Editor
Sahril Abdullah
Reporter