Tandaseru — Puisi “Banau dalam Sketsa Abu-abu” mewarnai upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional 2024 yang diselenggarakan Pemda Halmahera Barat, Maluku Utara, di Lapangan Sasadu Lamo Desa Acango, Kecamatan Jailolo, Senin (11/11/2024).

Puisi tersebut dibacakan Pj Sekda Julius Marau. Bait demi bait yang dilantunkan membuat suasana haru. Para peserta tampak menghayati dan mengheningkan cipta mengenang jasa Banau yang telah gugur di tiang gantungan demi membela bangsa dan negara membebaskan rakyatnya dari kaum penjajah.

Berikut puisi “Banau dalam Sketsa Abu-abu”:

Di lembar sejarah yang samar dan kelam,
Ada wajah yang tak penuh, hanya bayangan hitam
Garis kasar yang tak sempurna,
Namun semangatnya, gemilang selamanya.

Banau, namamu terukir tanpa rupa,
Namun jejak langkahmu mengukir bangsa.
Kau bukanlah sekadar cerita,
Tapi nyawa yang berani berjuang tanpa jeda.

Rupa pahlawan tak perlu terang,
Asal jiwanya menyala, menghalau petang.
Di tiap lorong, kau bagai cahaya,
Menghancurkan gelap dengan suara merdeka.

Engkau hadir tanpa patung yang berwibawa,
Hanya kisah dan janji yang terus menyala.
Bukan untuk dirimu, bukan untuk nama,
Tapi demi rakyat yang hidup dalam nestapa.

Oh, Banau yang tersembunyi dalam sketsa,
Namun suaramu bergema di dalam dada.
Engkau bangkit, kau lawan tirani,
Tanpa peduli, walau tubuhmu mati.

Kau pahlawan yang tak butuh perisai atau pelindung,
Karena hatimu adalah benteng, tanpa tersandung.
Setiap luka, adalah tanda cinta,
Bagi negeri, bagi tanah tercinta.

Wajahmu mungkin hilang dalam sejarah,
Namun di tiap jiwa yang berani, engkau takkan punah.
Engkau ada di setiap nafas perjuangan,
Di setiap langkah, setiap tetes keringat pejuang zaman.

Jadilah api, meski wajahmu tak terlihat nyata,
Karena yang lebih penting adalah nyala jiwa.
Banau, kau abadi dalam setiap jiwa yang setia,
Pada bangsa, pada negeri, dan pada cita-cita merdeka.