Oleh: Revi Cantika Saputri, Widya Astuti, Hairul Gibran I. Subur
Mahasiswa Program Studi Ilmu Adminitrasi Negara FISIP UMMU
_______
SISTEM sosial dan sistem budaya merupakan dua unsur yang sangat penting dalam memahami masyarakat modern. Keduanya saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan karena membentuk pola kehidupan manusia dalam berinteraksi, berpikir, serta bertindak dalam kehidupan sehari-hari dalam masyarakat modern.
Perkembangan teknologi, globalisasi, pendidikan, dan komunikasi menyebabkan perubahan besar terhadap sistem sosial maupun sistem budaya masyarakat. Secara umum, sistem sosial berkaitan dengan pola kehidupan antarindividu dan kelompok masyarakat, sedangkan sistem budaya berkaitan dengan nilai, norma, adat, bahasa dan cara berpikir masyarakat. Ketika budaya mengalami perubahan, maka hubungan sosial masyarakat juga ikut berubah. Begitu pula sebaliknya, perubahan hubungan sosial dapat memengaruhi budaya masyarakat.
Menurut Telcott Parsons, masyarakat merupakan suatu sistem yang terdiri atas bagian-bagian yang saling berkaitan dan bekerja sama untuk menjaga keseimbangan sosial. Dalam masyarakat modern, lembaga sosial seperti keluarga, pendidikan, agama, dan pemerintah memiliki fungsi penting dalam menjaga keteraturan masyarakat. Namun perkembangan teknologi modern menyebabkan fungsi beberapa lembaga sosial mengalami perubahan. Misalnya, keluarga menjadi tempat utama pendidikan moral anak, tetapi sekarang media sosial dan internet juga ikut memengaruhi pola pikir dan perilaku generasi mudah.
Selain itu, Emile Durkheim menjelaskan bahwa masyarakat modern memiliki solidaritas organik, yaitu hubungan sosial yang terbentuk karena adanya pembagian kerja yang kompleks. Dalam masyarakat modern, setiap individu memiliki profesi dan peran yang berbeda sehingga masyarakat saling bergantung satu sama lain.
Akan tetapi, perkembangan zaman dalam kondisi ini masyarakat yang menggunakan handphone juga menyebabkan hubungan sosial menjadi lebih formal dan individualis dibanding masyarakat tradisional yang memiliki hubungan sosial yang lebih erat.
Fenomena individualisme dapat dilihat dalam kehidupan masyarakat modern di berbagai daerah indonesia seperti Ternate dan Jawa yang kesibukan pekerjaan, perkembangan teknologi, dan penggunaan media sosial membuat interaksi langsung antarwarga semakin berkurang. Banyak generasi muda sering menggunakan telepon genggam dibanding berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Akibatnya, nilai kebersamaan dan kepedulian sosial perlahan mulai menurun.
Dalam aspek budaya, modernisasi juga menyebabkan perubahan terhadap budaya lokal. Menurut Koentjaraningrat, budaya merupakan hasil cipta, rasa, dan karya manusia yang dipelajari dalam kehidupan masyarakat. Di era modern, budaya luar mudah masuk melalui internet, film, musik, dan media sosial sehingga memengaruhi pola hidup.
Perpaduan budaya Jawa dan budaya Ternate menjadi salah satu contoh perubahan budaya dalam masyarakat modern. Budaya Jawa dikenal dengan nilai sopan santun, unggah-ungguh, gotong royong, dan penghormatan terhadap orang yang lebih tua. Sementara itu, budaya Ternate dikenal dengan nilai kekeluargaan, solidaritas sosial, semangat persatuan, serta penghormatan terhadap adat dan tradisi kesultanan.
Dalam kehidupan modern, kedua budaya tersebut mengalami proses akulturasi dan penyesuaian. Misalnya masyarakat yang memiliki latar belakang Jawa dan Ternate tetap mempertahan tradisi lokal seperti gotong royong, musyawarah, dan penghormatan kepada orang tua, tetapi pada saat yang sama juga mengikuti perkembangan teknologi dan gaya hidup modern. Perpaduan ini terlihat dalam penggunaan bahasa, cara berpkaian, pola komunikasi, hingga tradisi keluarga yang menggabungkan unsur budaya Jawa dan Ternate.
Contoh nyata dapat dilihat pada generasi muda di Ternate yang mulai menggunakan media sosial sebagai sarana memperkenalkan budaya daerah, seperti tarian tradisional, makanan khas, bahasa daerah, dan adat istiadat. Begitu pula budaya jawa seperti batik, wayang, gamelan, dan tradisi sopan santun yang kini dipromosikan melalui media digital sehinggal di kenal lebih luas oleh masyarakat dunia.
Menurut George Herbert Mead, manusia berinteraksi menggunakan simbol dan makna. Dalam masyarakat modern, madia sosial menjadi tempat pembentukan identitas sosial dan budaya baru. Simbol tersebut dapat berupa gaya bahasa, foto, cara berpakaian, maupun tren digital yang digunakan untuk menunjukkan identitas diri seseorang. Hal ini menyebabkan budaya lokal mengalami perubahan karena generasi muda lebih terpengaruh oleh budaya global.
Selain itu, fenomena budaya konsumtif juga berkembang dalam masyarakat modern. Banyak masnyarakat membeli barang bukan berdasarkan kebutuhan, melainkan demi mengikuti tren dan gaya hidup. Menurut Karl Marx, sistem kapitalisme mendorong masyarakat menjadi konsumtif demi keuntungan ekonomi kelompok tertentu. Dalam kondisi ini, status sosial sering diukur melalui kepemilikan barang, gaya hidup, dan penampilan di media sosial.
Walaupun demikian, modernisasi tidak selalu berdampak negatif. Perkembangan teknologi memberikan banyak manfaat, seperti mempermudah komunikasi, memperluas akses pendidikan, membuka peluang ekonomi digital, serta membantu pelestarian budaya lokal. Budaya Jawa dan budaya Ternate dapat dikenal lebih luas melalui internet dan media sosial sehingga generasi muda tetap mempelajari dan melestarikan identitas dan budayanya.
Dengan begitu, analisis sistem sosial dan sistem budaya menunjukkan bahwa masyarakat modern mengalami perubahan besar karena perkembangan teknologi dan globalisasi. Sistem sosial berubah dalam pola interaksi dan hubungan masyarakat, sedangkan sistem budaya berubah dalam nilai, gaya hidup, dan pola pikir masyarakat. Perpaduan budaya Jawa dan Ternate menunjukkan bahwa budaya lokal tetap dapat bertahan dan berkembang di tengah modernisasi apabila masyarakat mampu menjaga nilai-nilai sosial, adat, dan identitas budaya yang dimiliki.
Oleh karena itu, masyarakat modern perlu menjaga keseimbangan antara mengikuti perkembangan zaman dan melestarikan buadaya lokal. Nilai gotong royong, sopan santun, solidaritas sosial, serta penghormatan terhadap adat yang terdapat dalam budaya Jawa dan Ternate dapat menjadi pedoman penting dalam menjaga kehidupan masyarakat modern yang harmonis dan berbudaya. (*)


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.