Baginya, jika produktivitas menurun, maka pasar tidak akan tertarik melihat ketidakpastian. Sehingga penting untuk tawarkan kepastian hukum, kepastian bisnis supaya pasar bisa terbuka.
Sashabila berharap dengan program SAYA-Taliabu di bidang pertanian dan perikanan, Taliabu bisa berubah satu persen pertahunnya untuk ekonomi.
“Kalau ada yang menjanjikan 5 persen bahkan negara ini pun kesulitan, apalagi Taliabu yang masih termasuk dalam golongan daerah 3T alias daerah tertinggal, terdepan, terluar,” tegasnya.
Sasha juga menawarkan kepastian keberlanjutan ekonomi masyarakat dengan prioritas jalan tani yang bersumber dari APBD. Sedangkan jalan lingkar yang anggarannya relatif lebih mahal akan diupayakan menjadi tanggungjawab pemerintah provinsi karena postur APBD Kabupaten Pulau Taliabu masih sangat terbatas.
“Dengan adanya jalan tani, masyarakat akan memiliki akses yang lebih lancar Insya Allah jalan di desa pun dengan sendirinya bisa membaik. Karena saya tahu masyarakat Taliabu ini hobi gotong-royong,” tutupnya.
Dalam kesempatan itu, pasangan berakronim SAYA-Taliabu ini juga memastikan ketersediaan pupuk yang mudah di jangkau bagi para petani, dan memastikan pasar terbuka, juga pendampingan untuk petani dan nelayan sebagai bentuk penghargaan atas jasa mereka.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.