Sementara itu, beberapa lapangan usaha lainnya yang mengalami pertumbuhan di antaranya lapangan usaha jasa keuangan dan asuransi sebesar 1,06 persen, informasi dan komunikasi sebesar 0,98 persen, pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang sebesar 0,96 persen, pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 0,39 persen.
“Real estate sebesar 0,20 persen Perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 0,16 persen. Sementara itu, lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib, mengalami kontraksi paling dalam yaitu sebesar -17,47 persen. Struktur PDRB Maluku Utara menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku triwulan I-2023 tidak menunjukkan perubahan yang signifikan,” terangnya.
Ia menjelaskan, perekonomian Maluku Utara masih didominasi lapangan usaha industri pengolahan sebesar 32,25 persen, diikuti oleh pertambangan dan penggalian sebesar 19,39 persen, pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 13,11 persen, perdagangan besar-eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 10,26 persen.
“Peranan keempat lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Maluku Utara mencapai 75,01 persen,” tandasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.