Oleh: Dr. Mukhtar Adam, S.E., M.Si
Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Khairun
______
INDONESIA kembali kehilangan putra terbaik yang pernah mengabdi sebagai Menteri Luar Negeri. Akademisi Universitas Padjadjaran yang cemerlang menggagas konsep negara kepulauan, dan konsep Nusantara yang menjadi bagian tak terpisahkan dalam rumusan United Nations Convention on The Law of The Sea (UNCLOS) 82.
Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu pada tahun 2003 menggagas provinsi kepulauan. Dasar pikir sederhana gugatan atas Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan yang menetapkan alokasi Dana Alokasi Umum (DAU) hanya dihitung berdasarkan luas daratan, yang oleh provinsi dengan luas laut lebih besar dari luas daratan merasa dirugikan.
Karena itu, 7 provinsi yang tergabung dalam provinsi kepulauan merumuskan deklarasi perjuangan di Ambon, yang sampai saat ini masih terjadi tarik-menarik terkait daerah kepulauan.
Saya berkesempatan menjadi tim asistensi provinsi kepulauan yang turut serta merumuskan formula DAU Bintan Bangka Belitung yang ditandatangani 7 gubernur, dan menjadi momentum perjuangan bersama 7 provinsi.
Dalam kesempatan studi doktoral di Unpad Bandung, berkesempatan berdiskusi dengan Prof. Mochtar Kusumaatmadja terkait konsep negara kepulauan dan filosofi negara kepulauan pada masa perjuangan Prof. Mochtar. Gagasan terkait model pembangunan gugus pulau, yang menjadi ide dasar dari Poros Maritim diulas dengan sangat baik, dan setidaknya memperkuat naskah kesepakatan Kupang-NTT yang turut mewarnai gagasan Prof. Mochtar Kusumaatmadja.
Prof. Mochtar Kusumaatmadja layak diperjuangkan sebagai pahlawan kepulauan, yang memiliki gagasan negara kepulauan dalam kesantuan Nusantara dan memperluas cakupan wilayah Indonesia. Konsistensi dan perjuangan Prof. Mochtar setidaknya terwarisi dalam semangat perjuangan putri Prof. Mochtar Kusumaatmadja, yaitu Prof. Armida Alisjahbana, yang juga mantan Menteri Bappenas di masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Gagasan model pembangunan gugus pulau dalam pengembangan ekonomi regional saya banyak belajar dari Prof. Armida Alisjahbana, baik dalam sisi fiskal, makro ekonomi dan regional ekonomi berdasarkan gugus pulau.
Selamat jalan, Prof. Mochtar Kusumaatmadja, pahlawan negara kepulauan. Titipan gagasan dan pikiran kebangsaan dalam negara kesatuan dan wawasan Nusantara akan selalu menjadi ibadah yang tak hentinya anak-anak bangsa mengirimkan Alfatihah bagi Prof. Mochtar Kusumaatmadja, semoga husnul khotimah. Aamiin YRA.(*)




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.