Tandaseru — Dewan Pimpinan Wilayah Wahdah Islamiyah Maluku Utara bersama Lembaga Amil Zakat (LAZ) mengunjungi salah satu binaan petani hidroponik Wahdah Islamiyah yang ada di Kota Tidore Kepulauan.

Ketua DPW Wahdah Islamiyah Malut Chairul Saleh mengatakan, kunjungan ini bertujuan memberdayakan mustahik melalui zakat LAZ dan Wahdah Inspirasi Wakat (WIZ) Malut di bidang pertanian hidroponik.

“Kita lihat hidroponik dari mustahik ini berhasil, walau sempat beberapa kali gagal,” ujarnya, Minggu (23/8).

Menurut Chairul, hidroponik milik mustahik ini bakal dikembangkan terus sehingga nanti akan menjadi contoh untuk mustahik lainnya. Pengembangan hidroponik difokuskan di daerah perkotaan yaitu Ternate dan Tidore yang lahan rumahnya rata-rata terbatas.

“Apalagi Ternate kan padat penduduk sehingga ini menjadi salah satu solusi yang tepat yaitu hidroponik. Masyarakat dapat menanam sayur dan barito sehingga menekan ketergantungan daerah luar,” jelasnya.

Salah saat binaan Wahdah Islamiyah, Risno saat ditemui tandaseru.com mengaku belajar menanam hidroponik secara otodidak. Ia menonton lewat YouTube serta menanyakan ke teman-temannya.

Risno bilang, menanam sayur secara hidroponik tidak semudah tutorial di YouTube. Ia pun berulangkali mengalami kegagalan.

“Awal pembibitan saja tidak jadi, setelah itu pas tanam juga tidak jadi. Karena itu saya simpulkan bahwa hidroponik ini tidak mudah, tapi jika tekun maka akan berhasil,” ucapnya.

Biaya yang dikeluarkan Risno untuk hidroponik kebanyakan untuk pembelian pipa dan bibit. Total dana yang harus dihabiskan untuk menanam 100 bibit sawi mendekati Rp 2 juta. Itu pun untuk wadah pembibitannya ia memanfaatkan gelas plastik.

“Berbagai upaya saya lakukan hingga berhasil dan rencananya akan dikembangkan sampai akhir tahun capai 1.000 pohon,” pungkasnya.