Tandaseru — Ali Husain duduk di salah satu kursi di halaman kediaman Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Ternate, Merlisa Marsaoly, di Kelurahan Akehuda, Rabu (9/10/2024) malam. Malam itu, calon gubernur Maluku Utara Sultan Tidore, Husain Alting Sjah, menggelar silaturahmi dengan warga di situ.

Kedua tangan Ali menangkup sepanjang Sultan Husain berbicara. Airmatanya meleleh nyaris selama itu pula. Sesekali ia berteriak “suba Jou!“.

Ali mengaku, sikapnya itu adalah penghormatan kepada sosok yang mengingatkannya kepada almarhum Sultan Ternate, Mudaffar Sjah. Airmata Ali tak tertahan saat mengenang sosok Sultan yang telah berpulang pada 2015 lalu.

“Kepergian Sultan Ternate membuat kami semua merasa kehilangan,” katanya dengan suara bergetar.

Bagi Ali, bertemu Sultan Tidore bukan sekadar momentum politik. Itu adalah kesempatan untuk melihat kembali kepemimpinan yang telah menjadi bagian penting dalam hidupnya.

Husain, dalam pidatonya, menggugah ingatan tentang kekuatan dan kebijaksanaan almarhum Sultan Ternate.

Ali merasa terhubung dengan setiap kata yang diucapkan, seolah-olah semua kisah kepemimpinan Sultan Ternate terwakili dalam sosok Sultan Husain.