“Saya tidak bisa kase tinggal Ou sendiri. Walaupun hanya saya yang pilih nomor 1, itu tidak apa-apa,” tegasnya.
Ali mengenang kembali momen saat Sultan Husain menjenguk almarhum Sultan Ternate yang sedang sakit.
“Dia datang saat itu. Dan sampai Ou Ternate meninggal pun dia antar pulang ke Ternate,” jelasnya.
Menurut dia, kehadiran Sultan Husain bukan hanya sekadar simbol, tetapi juga membawa pesan-pesan penting yang terus disampaikan kepada masyarakat Ternate dan Maluku Utara.
“Ou Tidore calon ini, supaya mewakili torang semua. Torang punya budaya yang kuat, jadi harus dijaga demi masa depan Maluku Utara yang lebih baik,” ucapnya.
“Saya lihat Ou Tidore itu sama dengan saya lihat Ou Ternate dulu. Dia memang sama sekali dengan kami punya pemimpin dulu,” tambahnya.
Ketika kampanye berakhir, Ali masih berdiri di sana, di tengah keramaian, lalu mendekat dan menyalami Husain Alting Sjah.
“Saya harus tundukkan kepala dan mencium tangannya. Ini adalah sosok pemimpin kita semua,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.