Tandaseru — Ekonomi Maluku Utara triwulan II tahun 2023 mengalami pertumbuhan sebesar 10,21 persen (q-to-q) dibandingkan dengan triwulan I tahun 2023.
Hal ini diungkapkan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara, Senin (7/8).
Kepala BPS Aidil Adha menjelaskan, perekonomian Maluku Utara triwulan II-2023 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 21,3 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 12,2 triliun.
“Ekonomi Maluku Utara triwulan II-2023 terhadap triwulan II-2022 mengalami pertumbuhan sebesar 23,89 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, lapangan usaha pertambangan dan penggalian mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 64 persen. Dari sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 26,35 persen,” terang Aidil.
Ekonomi Maluku Utara triwulan II-2023 terhadap triwulan I-2023 mengalami pertumbuhan sebesar 10,21 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 23,24 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, komponen Pengeluaran konsumsi pemerintah mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 29,79 persen.
“Pertumbuhan terjadi pada 15 lapangan usaha. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah pertambangan dan penggalian sebesar 23,24 persen, industri pengolahan sebesar 15,71 persen, serta pengadaan listrik dan gas sebesar 10,10 persen. Sementara itu, lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan yang masih cukup berperan dalam perekonomian Maluku Utara mengalami pertumbuhan sebesar 2,84 persen,” jelasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.