Tandaseru — Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Maluku Utara mencatat jumlah penduduk laki-laki di Malut jauh lebih banyak ketimbang perempuan.

Per Desember 2020, total keseluruhan jumlah penduduk di Malut mencapai 1.305.828 jiwa.

Kepala Dinas Dukcapil Malut Burhan Mansur mengungkapkan, dari angka tersebut, total penduduk laki-laki berjumlah 667.231 jiwa (51,10%), sedangkan perempuan 638.597 jiwa (48,90%). Itu berarti, jumlah laki-laki lebih banyak 28.634 orang dibandingkan perempuan.

Penduduk terbanyak ada Kabupaten Halmahera Selatan, yakni sebanyak 252.780 jiwa (19,36%). Selain itu, Halsel merupakan daerah di Malut dengan selisih penduduk laki-laki dan perempuan terbesar, yakni mencapai 6.804 jiwa.

Penduduk terbanyak selanjutnya ada di Kota Ternate dengan total penduduk 201.244 jiwa (15,41%), Halmahera Utara 200.491 jiwa (15,35%), Halmahera Barat 136.092 jiwa (10,42%), dan Kota Tidore Kepulauan 115.305 jiwa (8,83%).

Lalu Kabupaten Kepulauan Sula dengan penduduk sebanyak 105.939 jiwa (8,11%), Halmahera Timur 95.956 jiwa (7,35%), Pulau Morotai 75.199 jiwa (5,76%), Halmahera Tengah 63.190 jiwa (4,84%), dan Pulau Taliabu 59.632 jiwa (4,57%).

Mansur bilang, perpindahan penduduk antarkabupaten/kota di Malut terjadi hampir setiap hari. Terutama dengan dibukanya belasan ribu lowongan kerja oleh perusahaan pengembang kawasan industri PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Halteng.

“Selama masih masuk dalam wilayah Malut maka tetap tercatat di database kita. Dukcapil kan mencatat kependudukan secara de jure, berdasarkan administrasinya,” ujarnya.