Tandaseru — Aksi pemalangan jalan raya yang dilakukan oleh pemuda dan warga Desa Sabatai Tua dan Sabala, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, menyebabkan lumpuhnya total arus lalu lintas yang menghubungkan Kecamatan Morotai Utara, Timur, dan Morotai Selatan, Selasa (3/11/2026).

Blokade jalan tersebut merupakan bentuk protes warga atas keputusan Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas PUPR Kabupaten Pulau Morotai yang secara sepihak memindahkan proyek pembangunan jalan hotmix ruas Sabatai-Sabala ke Desa Pandanga.

Ketua DPRD Kabupaten Pulau Morotai, Muhamad Rizky, yang hadir di lokasi untuk berkoordinasi bersama warga dan pihak kepolisian, secara tegas menyatakan kekecewaannya terhadap langkah Pemda. Menurutnya, proyek pengaspalan tersebut telah melalui proses perencanaan matang dan disepakati bersama antara lembaga legislatif dan eksekutif.

“Dan ini sudah masuk dalam perencanaan, tapi tiba-tiba dipindahkan, jadi kami juga merasa kecewa, karena yang kami sudah ketuk di DPRD dan kita sepakati, ternyata tidak direalisasikan, jadi ini tetap salah,” ujar politikus PDI Perjuangan tersebut.

Blokade akses jalan utama Desa Sabatai. [Tandaseru/Irjan Rahaguna]
Rizky menegaskan DPRD tetap berdiri bersama warga untuk memperjuangkan agar proyek tersebut dikembalikan ke titik awal di Desa Sabatai. Ia meminta agar komitmen pembangunan yang telah disepakati dapat dijaga demi kredibilitas lembaga DPRD di mata masyarakat.

Sementara itu, Wakapolres Pulau Morotai, Safruddin, yang turut turun tangan di lokasi kejadian, menyatakan bahwa pihak kepolisian menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Namun, ia menekankan pentingnya menjaga kepentingan umum agar akses jalan utama tidak terus-menerus ditutup.

“Persoalan ini, DPRD harus punya wewenang panggil kepada siapa yang memberikan data itu, jadi DPRD harus panggil pemerintah daerah untuk menyelesaikan persoalan ini agar tidak terjadi seperti [ini],” ucap Safruddin.

Ia juga menambahkan bahwa pihak kepolisian tetap berupaya melayani masyarakat dengan bernegosiasi agar jalur transportasi publik dapat segera dibuka kembali.

Hingga pukul 12.30 WIT, pemalangan jalan masih terus berlanjut. Perwakilan Pemda Kabupaten Pulau Morotai, yang terdiri dari Asisten I Sekretariat Daerah dan Badan Kesbangpol, telah tiba di lokasi untuk melakukan mediasi.

Kendati demikian, hingga berita ini diturunkan, upaya mediasi tersebut belum mendapat respons positif dari warga setempat.

Sahril Abdullah
Editor
Irjan Rahaguna
Reporter