Tandaseru — Dua pendaki Gunung Gamalama yang sempat terjebak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) berhasil dievakuasi Tim SAR Gabungan dalam kondisi selamat dan sehat, Sabtu (3/10/2026).
Kebakaran yang melanda kawasan Taman Love, Kelurahan Moya, Kecamatan Kota Ternate Tengah, tersebut juga menghanguskan sekitar 20 hektare hutan dan lahan tanaman milik warga.
“Peristiwa kebakaran berawal pada Jumat (2/10/2026) sekitar pukul 11.30 WIT. Titik api pertama kali terlihat di perkebunan milik Saidi di Kelurahan Moya dan merambat ke arah selatan,” ungkap Kepala BPBD Tonny S Pontoh.
Hembusan angin kencang serta kondisi lahan yang kering akibat kemarau panjang El Nino membuat kobaran api cepat meluas hingga ke arah barat. Saksi mata di lokasi kejadian langsung menghubungi Satuan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Ternate untuk meminta bantuan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kota Ternate bergerak ke lokasi pada pukul 12.25 WIT dan tiba sekitar pukul 13.15 WIT bersama Kalaksa BPBD Kota Ternate.
Namun, armada mobil Damkar mengalami kendala teknis dan tidak dapat menjangkau titik api akibat akses jalan yang menanjak curam. Pemadaman akhirnya dilakukan secara manual menggunakan peralatan seadanya oleh Tim BPBD, TNI/Polri, serta masyarakat setempat.
Api berhasil dipadamkan pada pukul 17.20 WIT, meski masih menyisakan kepulan asap tipis di beberapa titik. Kebakaran di kawasan tersebut merusak vegetasi tanaman warga, namun dipastikan tidak menelan korban jiwa.
Pada Sabtu (3/10/2026) dini hari, titik api sempat kembali muncul di sekitar kawasan Taman Love. Meski siang harinya api dilaporkan telah berangsur padam, BPBD Kota Ternate menerima informasi mengenai dua pendaki yang terjebak di sekitar Pos 1 dan Pos 2 karena belum berhasil turun.
Laporan tersebut diteruskan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Ternate. Pukul 15.35 WIT, Tim Rescue Kansar Ternate memberangkatkan Tim SAR Gabungan menuju Last Known Position (LKP).
“Setelah menerima laporan kejadian tersebut dari BPBD Kota Ternate, pada pukul 15.35 WIT, Tim Rescue Kansar Ternate bergerak menuju LKP untuk melaksanakan evakuasi terhadap korban yang terjebak karena tidak bisa turun,” terang Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani selaku Search Rescue Mission Coordinator (SMC).
Operasi pencarian dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 bergerak melakukan pendakian menuju lokasi kejadian, sementara SRU 2 bertugas mengumpulkan serta mengelola informasi dari saksi dan unsur terkait sebelum akhirnya menyusul ke atas pada pukul 16.15 WIT.
Pada pukul 16.55 WIT, SRU 1 yang tiba di Taman Love sebagai titik awal pendakian berhasil menemukan kedua pendaki. Berdasarkan pendataan dan wawancara di lokasi, dipastikan tidak ada pendaki lain yang tertinggal di jalur pendakian.
Kedua pendaki langsung dievakuasi turun dan tiba di area parkir Taman Moya pada pukul 18.35 WIT sebelum diserahkan kembali kepada pihak keluarga. Operasi SAR resmi ditutup setelah seluruh tim menggelar debriefing dan evaluasi.
Operasi evakuasi dan pemadaman ini melibatkan berbagai unsur SAR gabungan, di antaranya Kansar Ternate, Kodim 1501 Ternate, BPBD Kota Ternate, TRC BPBD, Satuan Damkar, Baznas, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Polisi Kehutanan, Lurah Moya, masyarakat Kelurahan Moya, serta organisasi mahasiswa pencinta alam.
Sebagai langkah tindak lanjut, BPBD Kota Ternate terus melakukan pemantauan di titik lokasi bekas kebakaran. BPBD juga menggencarkan sosialisasi dan imbauan agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar serta tidak membuang puntung rokok sembarangan di area kering.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.