Tandaseru – Kapolres Kepulauan Sula, Maluku Utara, AKBP Handres, mengimbau seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Langkah preventif dan edukatif ini disampaikan Polres Sula guna melindungi keselamatan dan kesehatan masyarakat dari dampak buruk kabut asap. Pasalnya, asap karhutla mengandung gas berbahaya serta partikel halus seperti PM2,5 yang berisiko memicu iritasi mata, batuk, sesak napas, hingga memperburuk riwayat penyakit pernapasan—khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.

Untuk meminimalkan risiko paparan asap, Handres memberikan sejumlah saran praktis bagi masyarakat.

“Adapun langkah-langkah yang dianjurkan antara lain menggunakan masker respirator yang sesuai, seperti N95 atau KF94, saat harus beraktivitas di luar ruangan ketika kondisi berasap. Masyarakat juga disarankan membatasi kegiatan di luar rumah, menutup pintu dan jendela ketika asap masuk ke lingkungan permukiman, serta memperbanyak konsumsi air putih untuk menjaga kebutuhan cairan tubuh,” kata Handres.

Selain mengimbau masyarakat membatasi aktivitas luar ruangan dan menutup pintu/jendela rumah, ia menegaskan pentingnya partisipasi aktif warga dalam mencegah terjadinya titik api. Masyarakat diminta tidak membakar lahan maupun sampah secara sembarangan.

“Keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi perhatian bersama. Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap bahaya kabut asap, mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara tidak sehat, serta tidak melakukan pembakaran secara sembarangan yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan,” tegasnya.

Apabila masyarakat mengalami keluhan kesehatan akibat kabut asap seperti sesak napas, batuk berkepanjangan, atau iritasi mata yang tak kunjung membaik, Handres meminta warga segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan dini.

“Kami Polres Kepulauan Sula turut mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dengan tidak membakar sampah sembarangan, segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila mengetahui adanya titik api atau kebakaran, serta membantu menyebarluaskan informasi mengenai bahaya karhutla kepada keluarga dan lingkungan sekitar,” ujarnya.

Ia menutup imbauannya dengan mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan demi keselamatan bersama.

“Jangan sampai sesak gara-gara asap! Mari lindungi kesehatan, jaga lingkungan, dan cegah kebakaran hutan dan lahan demi keselamatan bersama,” pungkas Handres.

Sahril Abdullah
Editor
Riski Sarmin
Reporter