Tandaseru – Rektor Institut Teknologi Gamalama (INTEG) Ternate Ilham Djufri, ST.,M.Kom memanfaatkan momentum Musyawarah Nasional (MUNAS) VII Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM) 2026 untuk memperluas jejaring kemitraan strategis dengan industri teknologi dan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.

Dalam kegiatan yang berlangsung pada 8–10 Oktober 2026 di Yogyakarta tersebut, INTEG Ternate melakukan penandatanganan nota kesepahaman Memorandum of Understanding (MoU) dengan mitra industri dan institusi pendidikan tinggi.

MUNAS VII APTIKOM merupakan forum nasional yang mempertemukan pimpinan perguruan tinggi, akademisi, serta praktisi di bidang informatika dan komputer dari berbagai daerah di Indonesia. Mengusung tema “Membangun Digital Masa Depan Indonesia”, kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk membahas transformasi pendidikan tinggi di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), peningkatan mutu akademik, penguatan riset, serta pengembangan sumber daya manusia yang kompetitif.

Selain menjadi forum musyawarah organisasi, MUNAS APTIKOM juga membuka peluang kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan berbagai pemangku kepentingan.

“Kesempatan inilah yang dimanfaatkan INTEG Ternate untuk memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus membuka ruang pengembangan pendidikan tinggi yang lebih adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi,” ungkap Ilham.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, INTEG Ternate menandatangani MoU dengan sejumlah mitra industri, yaitu Coursera, PT Kinobi Technologies Indonesia, dan Velsicuro. Kemitraan ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi pengembangan kolaborasi dalam bidang pembelajaran digital, penguatan kompetensi mahasiswa, peningkatan kesiapan memasuki dunia kerja, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia di bidang teknologi informasi.

Di samping menjalin kerja sama dengan industri, INTEG Ternate juga memperluas jejaring akademik melalui penandatanganan MoU dengan tiga perguruan tinggi, yakni Universitas Handayani Makassar, Institut Teknologi Sains dan Kesehatan Malang, serta Universitas Teknologi Ronggolawe.

“Kerja sama ini diharapkan dapat mendorong pelaksanaan berbagai program kolaboratif, antara lain pertukaran pengetahuan dan pengalaman akademik, peningkatan kualitas pembelajaran, kolaborasi penelitian, pengembangan kompetensi dosen dan mahasiswa, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Implementasi program akan disesuaikan dengan potensi, kebutuhan, dan kesepakatan masing-masing institusi,” papar Ilham.

Bagi INTEG Ternate, langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat posisi perguruan tinggi dalam menghadapi perubahan lanskap pendidikan tinggi, khususnya dalam pemanfaatan teknologi digital dan pengembangan kompetensi lulusan yang relevan dengan kebutuhan industri. Kolaborasi dengan mitra industri diharapkan dapat memperkecil kesenjangan antara kompetensi yang diperoleh mahasiswa di bangku kuliah dan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja.

Sementara itu, kemitraan dengan perguruan tinggi lain menjadi peluang untuk memperluas pertukaran gagasan, berbagi praktik baik dalam pengelolaan pendidikan tinggi, serta membangun ekosistem akademik yang lebih terbuka dan produktif.

Partisipasi INTEG Ternate dalam MUNAS VII APTIKOM 2026 juga menegaskan pentingnya membangun jejaring di tingkat nasional sebagai salah satu strategi pengembangan institusi. Bagi perguruan tinggi di kawasan Maluku Utara, keterlibatan dalam forum semacam ini menjadi kesempatan untuk memperluas akses terhadap kolaborasi, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia. Penandatanganan MoU ini diharapkan tidak berhenti pada kesepakatan administratif, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program nyata yang memberikan manfaat bagi institusi, dosen, mahasiswa, dan masyarakat.

Melalui momentum MUNAS VII APTIKOM 2026, Institut Teknologi Gamalama Ternate menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kemitraan strategis, meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, dan mempersiapkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta persaingan dunia kerja. Ke depan, keberhasilan kerja sama ini akan ditentukan oleh tindak lanjut yang terukur, program kolaborasi yang berkelanjutan, dan manfaat nyata yang dihasilkan bagi pengembangan pendidikan tinggi di Ternate dan Maluku Utara.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Ika Fuji Rahayu
Reporter