Tandaseru — Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi hampir sebulan terakhir berdampak fatal terhadap aktivitas penerbangan di Maluku Utara.

Maskapai Wings Air rute Bandara Sultan Babullah Ternate menuju Bandara Pitu Kabupaten Pulau Morotai terpaksa menghentikan operasional penerbangannya secara sementara demi keselamatan.

Penerbangan Wings Air yang dijadwalkan beroperasi rutin setiap hari Senin dan Kamis belum dapat mengudara hingga batas waktu yang belum ditentukan. Keputusan ini diambil guna menghindari risiko penerbangan akibat jarak pandang yang buruk dan memuat potensi bahaya keselamatan penerbangan.

Kepala Bandara Pitu Pulau Morotai, Gunadi Siswo Pamungkas, mengonfirmasi bahwa cuaca ekstrem berupa serbuan kabut asap menyelimuti wilayah Morotai, termasuk kawasan sekitar area bandara.

“Kita lihat kabut asap yang membahayakan pihak maskapainya, maka pihak maskapai tidak mengambil risiko dan memilih membatalkan penerbangan (cancel),” ujar Gunadi pada Selasa (13/10/2026).

Gunadi berharap fenomena cuaca ekstrem dan El Nino ini segera pulih agar jarak pandang serta kualitas udara kembali membaik. Pasalnya, Pemerintah Daerah (Pemda) setempat telah memberikan subsidi penerbangan secara maksimal agar mobilitas warga tetap terjaga.

Sementara itu, pihak Wings Air Pulau Morotai, Kristian, membenarkan bahwa hingga saat ini belum ada armada pesawat yang berhasil mendarat di Morotai akibat kondisi geografis dan cuaca buruk tersebut.

“Untuk bulan Oktober 2026 ini belum ada satupun pesawat yang masuk ke Morotai. Pada bulan Agustus lalu hanya satu pesawat yang berhasil mendarat, sedangkan September hanya tiga pesawat,” jelas Kristian.

Ia menambahkan, keterlambatan dan pembatalan tidak hanya disebabkan oleh asap karhutla yang baru terjadi belakangan ini, tetapi juga dipengaruhi oleh paparan abu vulkanik gunung berapi di wilayah sekitar.

Meski demikian, pihak maskapai menegaskan bahwa pesawat dan personel penerbangan pada dasarnya tetap disiagakan. Jadwal penerbangan akan dibuka kembali secara normal seiring perbaikan kondisi cuaca dan kebersihan ruang udara menuju Morotai.

 

Sahril Abdullah
Editor
Irjan Rahaguna
Reporter