Tandaseru — Tim Penggerak (TP) PKK Kota Ternate bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Maluku Utara resmi meluncurkan Program Rindang Berseri (Rica dan Kangkung dalam Kampung Berkualitas dan Asri) di Kantor Camat Ternate Utara, Jumat (7/8/2026).

Program unggulan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Maluku Utara Tahun 2026 ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus menekan laju inflasi pangan melalui gerakan pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam cabai dan kangkung.

Peluncuran program ini mendorong masyarakat memenuhi sebagian kebutuhan pangan secara mandiri guna mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah. Program Rindang Berseri sekaligus menjadi tindak lanjut gerakan nasional TP PKK Pusat yang pertama kali diimplementasikan di Kota Ternate, berkolaborasi dengan BI melalui kegiatan Lomba Pekarangan Rumah 2026.

Ketua TP PKK Kota Ternate, Marliza M. Tauhid, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi tersebut.

“Ini pertama kali kami laksanakan dan merupakan program nasional dari Tim Penggerak PKK Pusat yang kami tindaklanjuti di tingkat TP PKK Kota Ternate. Alhamdulillah, kegiatan Lomba Pekarangan Rumah yang menjadi salah satu program kerja kami tahun 2026 mendapat dukungan dari Bank Indonesia,” ujar Marliza.

Ia menekankan agar program ini berjalan secara berkelanjutan dan tidak berhenti sebagai sekadar kegiatan seremonial.

“Harapan kami program ini terus berlanjut. Kelurahan yang menjadi pemenang lomba nantinya akan menjadi wilayah binaan TP PKK Kota Ternate. Tahun 2027 kami juga akan mengembangkan pemanfaatan limbah makanan menjadi pupuk organik sehingga program ini semakin berkesinambungan,” tuturnya.

Dari sisi kebijakan moneter dan sektor riil, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara, Fadil Muhammad, menjelaskan keterlibatan BI merupakan upaya menjaga stabilitas nilai rupiah dan daya beli masyarakat melalui penguatan pasokan pangan komoditas lokal berbasis urban farming.

“Inflasi yang rendah dan stabil penting untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memberikan kepastian bagi pelaku usaha dalam menjalankan aktivitas ekonominya,” jelas Fadil.

Fadil menambahkan, sebagian besar kebutuhan pangan Maluku Utara saat ini masih bergantung pada pasokan luar daerah, khususnya dari Sulawesi, di tengah meningkatnya jumlah penduduk dan aktivitas industri.

“Gerakan menanam ini diharapkan dapat menambah pasokan komoditas. Kalau sebelumnya masyarakat membeli cabai dan sayuran di pasar, kini sebagian kebutuhannya dapat dipenuhi dari pekarangan sendiri. Semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan pekarangan untuk menanam, semakin besar kontribusinya dalam menjaga pasokan pangan, mengendalikan inflasi, dan memperkuat ketahanan pangan di Maluku Utara,” pungkasnya.

Acara peluncuran tersebut turut dihadiri Kepala Seksi Kehumasan KPw BI Provinsi Maluku Utara Safrizal Ariq Al Aziz, Camat Ternate Utara Sunarto, jajaran pengurus TP PKK Kota Ternate, pengurus PKK tingkat kecamatan dan kelurahan se-Kecamatan Ternate Utara, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Ika Fuji Rahayu
Reporter