Tandaseru – Kondisi rumput Lapangan Bangsaha, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, mengalami kekeringan dan menguning mendekati pelaksanaan upacara Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026. Panitia pelaksana memastikan tengah menyiapkan langkah taktis untuk mengembalikan kesegaran area tersebut.
Pantauan di lokasi menunjukkan rumput di lapangan sepak bola tersebut mengering hingga menyisakan permukaan tanah. Cuaca panas ekstrem akibat fenomena El Nino yang melanda wilayah Indonesia, termasuk Morotai, menjadi penyebab utama hilangnya kandungan air pada vegetasi lapangan.
Kondisi tanah yang mengering memicu timbulnya debu saat Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capas) menggelar latihan rutin pagi, siang, dan sore. Debu yang membumbung di area latihan dinilai berpotensi mengganggu kesehatan para peserta, pelatih, maupun purna Paskibraka.
Ketua Panitia Pelaksana HUT ke-81 RI sekaligus Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pulau Morotai, Tamhid Bilo, mengonfirmasi persiapan teknis maupun panggung utama secara umum berjalan tanpa kendala. Meski demikian, kondisi lapangan memang menjadi perhatian khusus panitia.
“Kondisi lapangan atau lokasi pelaksanaan upacara nanti tetap kami pantau dan antisipasi agar kembali hijau,” kata Tamhid, Jumat (31/7/2026).
Tamhid menjelaskan, penyiraman rumput lapangan sempat mengalami keterlambatan akibat keterbatasan armada mobil tangki air di Dinas Pertanian. Selain itu, unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) saat ini juga difokuskan untuk menangani maraknya insiden kebakaran rumput di berbagai titik di Morotai.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, panitia akan mengoptimalkan penyiraman berkala yang dipadukan dengan pemberian pupuk setelah sesi latihan Paskibraka selesai di sore hari. Panitia juga terus berkoordinasi dengan pihak Damkar serta mengupayakan penggunaan armada tangki air alternatif.
Di sisi lain, Tamhid menambahkan konsep penataan lokasi upacara tahun ini mengalami sedikit penyesuaian dibandingkan tahun sebelumnya.
- Efisiensi Anggaran: Lokasi upacara tahun ini tidak lagi mengusung tata desain bundaran air mancur seperti pada 17 Agustus 2025.
- Fasilitas: Tampilan lokasi memanfaatkan bangunan Bangsaha yang sudah ada.
- Infrastruktur: Tiang bendera tetap menggunakan fasilitas eksisting dengan perbaikan pada bagian dudukan/bawah tiang.
“Mudah-mudahan seluruh persiapan selesai tepat waktu dan pelaksanaan upacara 17 Agustus tahun ini dapat berjalan aman dan lancar,” pungkasnya.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.