Tandaseru — Tiga pemuda asal Desa Meti, Kabupaten Halmahera Utara, terseret ombak saat berenang di Pantai Desa Bido, Kecamatan Morotai Utara, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, Rabu (15/7/2026) petang. Akibat peristiwa ini, dua korban berhasil diselamatkan, sementara satu korban lainnya hingga kini masih dalam proses pencarian.
Berdasarkan laporan Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ternate, musibah tersebut terjadi sekitar pukul 18.00 WIT. Ketiga korban yang sedang menghadiri suatu kegiatan di Desa Bido memutuskan berenang di pantai setempat, namun mereka diduga kuat terseret oleh ombak besar dan arus laut yang kuat.
“Satu korban atas nama Sem Kristian Bilangua (16 tahun) berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke daratan dan segera meminta bantuan warga. Sekitar 30 menit kemudian, warga setempat berhasil mengevakuasi korban kedua, Kristovel Fredik Bilangua (20 tahun), juga dalam kondisi selamat,” ungkap Komandan Pos Unit Siaga SAR Morotai, M. Rizal.
Sementara itu, korban ketiga atas nama Jeit Oga (21 tahun) hingga kini belum berhasil ditemukan dan masih berstatus dalam pencarian (DP).
Upaya Pencarian Tim SAR Gabungan
Setelah menerima laporan dari Sekretaris Desa Bido, Basarnas Unit Siaga SAR (USS) Morotai segera berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat, TNI/Polri, BPBD, serta potensi SAR lainnya.
Pada pukul 20.20 WIT, Tim Rescue USS Morotai langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk melakukan operasi pencarian awal. Namun, karena kondisi yang tidak memungkinkan pada malam hari, pencarian sementara dihentikan dan dilanjutkan kembali esok pagi (16/7/2026).
Adapun unsur gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian ini meliputi:
- Unit Siaga SAR Morotai
- TNI Angkatan Laut (AL)
- Polairud
- BPBD Kabupaten Pulau Morotai
- Pemerintah Desa Bido
- Masyarakat Desa Bido serta keluarga korban.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat dan pengunjung pantai untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem dan arus laut yang dapat berubah sewaktu-waktu. Informasi mengenai perkembangan pencarian korban hilang akan diperbarui secara berkala oleh pihak Basarnas.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.