Tandaseru — Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Meri Popala, menegaskan komitmennya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat melalui penguatan sektor pertanian.
Hal tersebut disampaikan Ketua Fraksi Demokrat ini saat menggelar agenda reses di Desa Gamial, Kecamatan Sahu Timur, Senin (2/2/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Meri menghadirkan Kepala Dinas Pertanian setempat, penyuluh satgas swasembada pangan, serta para kepala desa se-Kecamatan Sahu Timur. Kehadiran pihak teknis ini bertujuan agar aspirasi warga dapat langsung ditanggapi secara konkret.
”Saya sengaja mengajak dinas terkait agar aspirasi warga bisa langsung didengar dan dijelaskan secara teknis, sehingga masyarakat mengetahui rencana dan arah penanganannya,” ujar Meri.
Aspirasi Alat Mesin Pertanian dan Infrastruktur
Warga Sahu Timur memanfaatkan momentum reses ini untuk mengusulkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) berupa mesin serbaguna cultivator dan bibit jagung. Selain itu, masyarakat juga meminta perbaikan jalan tani guna mempermudah akses distribusi hasil panen.
Menanggapi usulan tersebut, Meri menjelaskan bahwa sebagian besar aspirasi tahun 2025 telah diakomodir. Ia mengungkapkan bahwa sebanyak 270 unit cultivator yang diusulkan pada tahun lalu akan segera diserahkan kepada petani pada tahun ini.
Prioritas Pembangunan melalui Evaluasi APBD
Terkait usulan yang belum terealisasi, Meri menjelaskan bahwa pemerintah dan DPRD harus melakukan evaluasi serta skala prioritas berdasarkan kebutuhan yang paling mendesak.
”Setiap penyerapan aspirasi akan ditampung sebagai bahan diskusi bersama pemerintah kabupaten maupun provinsi. Usulan akan dievaluasi melalui APBD, dan kebutuhan yang paling mendasar bagi masyarakat akan diutamakan,” pungkas istri Bupati Halmahera Barat tersebut.
Melalui langkah ini, diharapkan sinergi antara legislatif dan eksekutif dapat mempercepat transformasi ekonomi petani di Maluku Utara, khususnya di wilayah Halmahera Barat.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.