Oleh: Hariyadi Alexander Sagey
Praktisi Hukum dan Pemerhati Politik Kota Sorong
_______
MELEWATI beberapa pertempuran, akhirnya mereka sepakat untuk gencatan senjata. Pak Letkol ini terlihat salaman tangan bersama mayor jenderal F Mollinger diperhatikan oleh Kolonel J.H.M.U.LE Ohl. Para perwira penjajah itu kaget tatkala melihat lawannya dalam pertempuran itu adalah anak muda yang usianya 22 tahun.
Sebelumya tanggal 7-11 Agustus 1949 Letnan kolonel Slamet Riyadi memimpin pasukan TNI melancarkan serangan kota dan membuat tentara penjajah Belanda kocar-kacir dan akhirnya menawarkan gencatan senjata dan menyerahkan Kota Solo ke TNI. Dalam foto itu terlihat Letkol Slamet Riyadi dengan sikap tegak menunjukkan kepercayaan dirinya sebagai bangsa Indonesia kepada perwira penjajah itu.
Jangankan perwira penjajah itu yang kaget, bahkan semua orang yang menyaksikan itu juga ikut terkejut dan terkagum karena usia 22 tahun Slamet Riyadi ini sudah Letkol dan memimpin pasukan perang. Berarti pahlawan kita ini sudah mengerti strategi dan taktik perang, strategi logistik tempur, analisis informasi intelijen tentang strategi dan taktik musuh, mengatur skema pertempuran, dan lain sebagainya. Kita semua pasti kaget karena seumuran beliau kita mungkin masih rebahan dan tidak ingin keluar dari zona nyaman dan masih terlena dengan film-film Korea, dan tentu sangat jauh dari kemampuan seperti Letkol Slamet Riyadi itu.
Kita semua mungkin perlu berefleksi kembali terutama generasi kita saat ini, ternyata para pendiri bangsa ini dulu banyak anak-anak mudanya, pantas Bung Karno begitu yakinnya pada potensi pemuda sampai beliau menggaungkan kalimat tentang pemuda yang terkenal itu. Kalau kita melakukan study sejarah maka kita akan mendapati misalnya Dr. Soetomo itu usia 23 tahun sudah lulus Fakultas Kedokteran Belanda STOVIA. Beliau lahir tahun 1888 dan tiga tahun sebelum lulus dokter beliau mendirikan organisasi pelajar yang memiliki cita-cita kemerdekaan yaitu Budi Utomo pada tahun 1908.
Kita juga perlu ingat bahwa Jenderal Soedirman tercatat sebagai Panglima Tentara dan Jenderal Republik Indonesia pertama dan termuda dalam sejarah. Pada umur 30 tahunan beliau sudah bergerilya keluar masuk hutan bersama para pejuang untuk berperang melawan penjajah. Bung Hatta sebagai salah satu proklamator kemerdekaan juga pada usia-usia 25 tahun ke atas sudah aktif dalam pergerakan kemerdekaan, bahkan beliau terlambat menikah karena aktif berjuang itu.
Presiden pertama kita, dengan sapaan bung karno yang sepantaran dengan Bung Hatta pada usia muda sudah masuk Hogere Burger School atau HBS tahun 1915 di jalan Wijayakusuma Surabaya. Dan dalam usia yang belasan tahun itu Bung Karno sudah belajar dan menempuh diri pada HOS Tjokroaminoto.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.