Menurut Bahri, menyikapi dinamika dan perkembangan yang semakin pesat saat ini, penyelenggaraan pemerintahan senantiasa difokuskan pada pembangunan sumber daya manusia.

Selain hal tersebut pemerintah juga perlu mempersiapkan strategi terhadap fenomena revolusi industri saat ini, bonus demografi maupun menghadapi Indonesia Emas 2045.

“Tantangan terbesar bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menghadapi hal tersebut adalah peningkatan sumber daya manusia (SDM). Jajaran ASN dituntut untuk lebih inovatif dalam melakukan pelayanan publik,” ujarnya.

Ia menambahkan, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi di satu sisi harus disikapi untuk meningkatkan nilai tambah dalam melayani masyarakat. Di sisi yang lain tetap berpedoman pada nilai-nilai Pancasila supaya jati diri bangsa di tengah-tengah arus global yang terus bergerak tetap terjaga.

“Cita-cita untuk menjadikan Indonesia terlibat dalam arus Revolusi Industri 4.0 sangat tergantung pada kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam penguasaan dan pemanfaat ilmu pengetahuan dan teknologi melalui inovasi dalam pelayanan kepada publik,” tuturnya.

“Dengan demikian para peserta orientasi PPPK harus mampu berfikir secara kritis dan terbuka terhadap perkembangan zaman yang semakin modern dan mampu berinovasi secara konsisten dalam melakukan pelayanan kepada publik. Satu hal lagi yang tidak kalah pentingnya saya sampaikan kepada peserta orientasi PPPK harus bisa menjadi contoh teladan yang baik bagi generasi PNS/ASN di masa yang akan datang yang selalu mempedomani peraturan perundang-undangan dalam setiap melaksanakan tugas dan fungsi, bekerja cerdas dan berprestasi, serta selalu menjaga silaturahmi dan komitmen persaudaraan, meskipun saudara-saudari bertugas di lain tempat,” jelasnya.

Sementara Kepala BKPSDM Arman Alting dalam sambutannya mengatakan, Pelaksanaan orientasi PPPK di lingkungan Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah yang dilaksanakan selama 15 hari mulai 23 September sampai 7 Oktober 2024 telah berlangsung dengan tertib dan lancar.

“Hal ini dapat berhasil berkat partisipasi dan kerja sama yang baik dari seluruh peserta, panitia dan semua unsur terkait,” akunya.

Seluruh materi orientasi yang berjumlah 70 jam pelajaran terdiri dari 45 jam pelajaran melalui sistem MOOC dan 25 jam pelajaran yang disampaikan oleh pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten Halmahera, dilaksanakan melalui ceramah umum.

“Peserta yang mengikuti orientasi berjumlah 354 orang dinyatakan lulus 100 persen, walaupun sebagian dari peserta ada yang remedial,” tandasnya.