Olehnya, tanggung jawab yang begitu besar, mengantar pada kesadaran dan menggugat terhadap peranan akademis. Adapun yang dimaksud adalah pendidikan yang hakikatnya adalah mendidik, hal itu yang dimaksud adalah lebih peka terhadap kondisi sosial yang tak karuan. Olehnya penulis teringat dengan sabda seorang sufi, Jalaluddin Rumi, “jika engkau merasakan sakit atas dirimu, itu tandanya engkau masih hidup. Namun, jika engkau merasakan sakit yang dirasakan oleh orang lain itu tandanya engkau adalah manusia”. Adapun, kata-kata ini sebagai reflektif terhadap kesadaran, khususnya mahasiswa. Olehnya itu, penulis mencoba menghubungkan antara makna Pendidikan dengan kepekaan terhadap kondisi lingkungan akademik yang belakangan ini semakin dilangkahi (ditinggalkan). Yang dimaksud kepekaan adalah sebagai “humanisme”. (*)