Tandaseru – Panitia Pelaksana Musyawarah Daerah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepulauan Sula, Maluku Utara, diminta menggelar uji kelayakan bagi para bakal calon ketua. Langkah ini dinilai penting untuk menguji pemahaman para kandidat mengenai Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan fungsi pers yang sesungguhnya.

Kandidat bakal calon ketua PWI Kepulauan Sula, Rusdiyanto Umagapi, menegaskan lima kandidat yang saat ini masuk bursa pemilihan harus melewati proses uji kelayakan tersebut. Menurutnya, pemahaman yang mendalam tentang peran pers sebagai media informasi, pendidikan, kontrol sosial, kontrol pemerintahan, hingga hiburan, menjadi syarat mutlak bagi seorang pemimpin organisasi wartawan.

“Ini solusi tepat, jadi harus dilakukan debat kandidat, supaya kita tahu layak dan tidaknya seorang kandidat tersebut,” ungkap Rusdiyanto, Sabtu (16/5/2026).

Rusdiyanto menambahkan, kualitas akademis dan intelektual seorang kandidat harus diuji secara terbuka agar publik dan anggota bisa menilainya secara objektif. Menurutnya, kapasitas memimpin organisasi pers tidak bisa hanya diukur dari seberapa banyak poster kampanye yang dipajang di berbagai platform media sosial seperti Facebook, X (Twitter), Instagram, maupun grup WhatsApp.

“Saya berharap, panitia menggelar debat kandidat tentang peran pers di Kepsul,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan meskipun seluruh anggota PWI pada dasarnya telah dinyatakan berkompeten melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW), uji kelayakan khusus calon ketua tetap wajib dilakukan. Hal ini bertujuan melihat visi taktis kandidat memimpin organisasi dan mengawal kerja-kerja jurnalistik ke depan.

“Ya harus dibuat uji kelayakan setiap kandidat tentang pemahaman kerja-kerja jurnalistik,” pungkas Rusdiyanto.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Ika Fuji Rahayu
Reporter