Sekilas Info

Tide-tide dan Ancaman Punahnya Seni Tradisional Morotai

Tarian adat tide-tide di Desa Wewemo Kecamatan Morotai Timur. (Tandaseru/Irjan Rahaguna)

Tandaseru -- Musik tradisional tide-tide kini terancam keberadaannya di Pulau Morotai, Maluku Utara. Tide-tide yang kental dengan fiol (alat musik gesek, red) dan tifa kini mulai diimprovisasi menjadi lebih modern.

Saat ini, sudah amat jarang ditemui pementasan tide-tide dengan alat musik tradisional, di mana orang-orang yang menari masih mengenakan kebaya. Sebaliknya, tide-tide lebih banyak ditampilkan di pesta-pesta hajatan. Sudah tentu musiknya dipadukan dengan dentuman irama disko.

Ketua Adat Desa Wewemo, Hasbi Bandari kepada tandaseru.com mengatakan, musik adat tradisional tide-tide sudah mulai sirna di Pulau Morotai.

"Menurut kami dari unsur adat Desa Wewemo, sejauh ini kami melihat begitu sirnanya alat-alat tradisional maupun pakaian tradisional adat tide-tide mulai hilang, itu karena pengaruh modernisasi," kata Bandari.

Di Wewemo sendiri, penggunaan fiol dan tifa dalam pementasan tide-tide terakhir ditemui pada 2014 lalu. Selanjutnya, orang-orang lebih suka menyetel rekaman musik tide-tide yang diimprovisasi melalui pengeras suara.

"Kemudian kalau menurut pantauan kami itu musik tide-tide tradisional sudah beralih ke musik tide-tide moderen. Bahkan musik tide-tide sekarang tidak original lagi," imbuh Bandari.

"Kalau sarana musik adat ini kita tidak perhatikan maka generasi kita ke depan pasti lupa semuanya dengan adat kita. Ke depan harapan kami alat musik tide-tide itu semuanya harus ada lagi," ujarnya.

Bandari bilang, dulu pementasan tide-tide selalu kental dengan kaum perempuan berkebaya dan berkonde. Saat ini, sulit ditemui.

Sebagai Ketua Adat, Bandari tak mau tinggal diam. Ia dan unsur adat lainnya selalu berembuk agar tide-tide tradisional bisa dihidupkan lagi.

"Kami dari unsur adat sudah berembuk bahwa adat tradisi ini kita tidak bisa hilangkan. Jadi kami juga berusaha berembuk agar bagaimana bisa melangkah untuk mendapatkan kembali sarana-sarana tradisional yang hilang ini," tegasnya.

Selanjutnya 1 2
Penulis: Irjan Rahaguna
Editor: Ika FR