Tandaseru — PT Feni Haltim (FHT) menggelar kegiatan pembersihan lingkungan pesisir di Pantai Buli Asal, Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara. Aksi rutin mingguan ini melibatkan puluhan pemuda Desa Buli Asal dan karyawan FHT untuk membersihkan sampah plastik, sisa kayu, serta limbah terbawa ombak guna mengendalikan pencemaran laut dan memelihara habitat biota pesisir.

Perusahaan pengembang dan pengelola Kawasan Industri Buli—yang merupakan joint venture antara HKCBL dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM)—tersebut menegaskan, keberlanjutan usaha pengolahan hilirisasi nikel terintegrasi wajib berlandaskan prinsip Good Corporate Governance (GCG), kepedulian lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat lokal.

“Pembangunan kawasan industri harus berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan. Karena itu, aspek lingkungan selalu menjadi salah satu prioritas utama dalam setiap program dan keputusan yang FHT lakukan,” kata Manager External Relations PT Feni Haltim, Subarwan Sakoy, Kamis (10/9/2026).

Subarwan menjelaskan, kegiatan ini difokuskan untuk mencapai tiga sasaran utama, yakni mewujudkan lingkungan yang bersih, memperkuat kolaborasi bersama pemuda desa, dan menumbuhkan kesadaran budaya peduli sampah di tengah masyarakat pesisir. Menurutnya, keberadaan pantai yang bersih berdampak langsung pada aspek kesehatan, ekonomi, dan keberlanjutan hidup warga yang bergantung pada wilayah laut.

“Pantai yang bersih bukan hanya soal indah dipandang. Tapi juga soal kesehatan, ekonomi, dan keberlanjutan hidup masyarakat pesisir,” ujar Subarwan.

Manajemen PT FHT juga merencanakan perluasan program kolaborasi pembersihan pesisir ke desa-desa lain di sekitar Kawasan Industri Buli, baik melalui kegiatan skala kecil maupun besar, agar pengembangan industri tetap berjalan selaras dengan alam dan berlangsung secara berkelanjutan.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Ika Fuji Rahayu
Reporter